Laporkan Masalah

ATTITUDE TOWARDS PASSIVE SMOKING AMONG PUSKESMAS STAFFS IN YOGYAKARTA

YAP, GE TZE, Yayi Suryo Prabandari; Retna Siwi Padmawati

2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Asap tembakau mengandungi 7, 000 zat kimiawi dengan zat utama yang menyebabkan adiksi iaitu zat nikotin. Asap rokok pasif boleh dikatakan lebih membahayakan untuk kesehatan karena asap rokok pasif lebih membahayakan kesehatan anak-anak. Indonesia merupakan negara yang mempunyai perokok laki-laki dewasa yang tertinggi di dunia dan dokter-dokter di Indonesia tidak memandang masalah rokok in Indonesia dengan serius. Obyektif: Untuk meneliti sikap terhadap merokok secara pasif berdasarkan jenis pekerjaan, status rokok, dan pengetahuan tentang merokok antara karyawan puskesmas Metode: Studi ini merupakan studi cross-sectional dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari survei yang dilakukan pada tahun 2009 oleh Quit Tobacco Indonesia di 10 puskesmas di Bantul , Yogyakarta. Data diekstraksi berdasarkan pertanyaan-pertanyaan tentang jenis pekerjaan, status merokok, pengetahuan tentang merokok, dan sikap terhadap merokok secara pasif. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara jenis pekerjaan dan sikap terhadap merokok secara pasif (p value = 0,000), pengetahuan kesehatan perokok pasif dan sikap terhadap merokok secara pasif (p value = 0,000), pengetahuan kesehatan merokok aktif dan sikap terhadap merokok secara pasif (p value = 0,000), pengetahuan umum merokok dan sikap terhadap merokok pasif (p value = 0,016), dan status merokok dan sikap terhadap merokok secara pasif (p value = 0,000). Kesimpulan: Sebagian besar responden menentang merokok pasif. Tenaga medis, bukan perokok, dan orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang merokok yang lebih tinggi cenderung lebih menentang merokok secara pasif. Namun, pengetahuan tentang merokok antara petugas kesehatan tidak memuaskan dan lebih banyak tindakan harus diambil untuk meningkatkan pengetahuan tentang merokok antara petugas kesehatan.

Background: Tobacco smoke contains 7,000 chemicals and the main substance that causes addiction is nicotine. Passive smoking can be said to be more harmful as it harms children more. Indonesia has the highest male adult smokers worldwide and practitioners here tend to take smoking cessation efforts less seriously. Objective: To study the attitude towards passive smoking based on types of job, smoking status, and knowledge of smoking among puskesmas staffs. Method: This was a cross-sectional study using secondary data acquired by a survey done in 2009 by Quit Tobacco Indonesia on 10 puskesmas in Bantul, Yogyakarta. The data was extracted based on the questions on types of job, smoking status, knowledge of smoking, and attitude towards passive smoking. Result: There was a significant difference between types of job and attitude towards passive smoking (p value = 0.000), health knowledge of passive smoking and attitude towards passive smoking (p value = 0.000), health knowledge of active smoking and attitude towards passive smoking (p value = 0.000), general knowledge of smoking and attitude towards passive smoking (p value = 0.016), and smoking status and attitude towards passive smoking (p value = 0.000). Conclusion: Most of the respondents were against passive smoking. Medical personnel, non-smokers, and those who have higher knowledge of smoking tend to be more against passive smoking. However, knowledge between health care workers is not satisfactory and hence more actions should be taken.

Kata Kunci : attitude, passive smoking, types of job, knowledge, smoking status, Quit Tobacco Indonesia, second hand smoking, tobacco, puskesmas, Yogyakarta, Indonesia