GAMBARAN KUALITAS HIDUP LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN ULKUS KAKI DIABETIK DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
SIFAK NIKMATUL FITRI , Heru Subekti, S.kep., Ns., MPH
2016 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANINTISARI Latar Belakang: Pada tahun 2014, sebanyak 387 juta penduduk dunia menderita Diabetes Melitus dan diperkirakan akan meningkat menjadi 592 juta pada tahun 2035. Asia Tenggara merupakan wilayah dengan jumlah terbanyak penderita DM pada tahun 2000 dan Indonesia menempati urutan kedua setelah India. Pada Tahun 2015, jumlah penderita DM di Kabupaten Sleman, Yogyakarta mencapai 2.868 penduduk dan sebagian besar penderita adalah lansia. DM menjadi masalah kesehatan utama pada lansia. Lansia penderita DM memiliki risiko lebih tinggi mengalami ulkus kaki diabetik, dimana kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup lansia penderita DM dengan ulkus kaki diabetik di Kabupaten Sleman, Yogyakarta dengan jumlah responden sebanyak 29 orang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2015- Febuari 2016 Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lansia penderita DM tipe 2 dengan ulkus kaki diabetik di kabupaten Sleman secara umum memiliki kualitas hidup yang baik yaitu 58,6% . Pada domain kesehatan fisik dan kesejahteraan psikologis, lansia memiliki kondisi yang buruk, masing-masing 69% dan 58,6%. Kemudian, pada domain dukungan sosial dan kondisi lingkungan, menunjukkan kondisi yang baik. Persentase keduanya yaitu 79,3%. Kesimpulan: Meskipun lansia penderita DM tipe 2 dengan ulkus kaki diabetik di Kabupaten Sleman memiliki kondisi kesehatan fisik dan kesejahteraan psikologis yang buruk. Namun, mereka tetap memiliki kualitas hidup yang baik dengan adanya dukungan sosial dan kondisi lingkungan yang baik.
ABSTRACT Background: In 2014, as many as 387 million people worldwide suffer from diabetes mellitus and is expected rising to 592 million in 2035. Southeast Asia is a region with the highest number of people with diabetes in 2000 and Indonesia has second ranks after India. In 2015, the number of people with DM in Sleman, Yogyakarta reached 2,868 inhabitants and most patients are elderly. DM became a major health problem in the elderly. Elderly with diabetes have a higher risk of diabetic foot ulcers, which the conditions will affect the quality of life of the elderly. Methods: This research is a descriptive study conducted in October 2015- Febuary 2016. The number of respondents is 29 peoples Results: The results of this study showed that elderly patients with type 2 diabetes with diabetic foot ulcers in Sleman district has a good quality of life (58,6%). In the domain of physical health (69%) and psychological well-being (58,6%), the elderly have poor condition. Then, in the domain of social support and environmental conditions, showing a good condition (79,3%). Conclusion: Although elderly patients with type 2 diabetes with diabetic foot ulcers in Sleman have physical health and psychological well-being of the poor. However, they still have a good quality of life with the support of social and environmental conditions are good.
Kata Kunci : diabetes melitus, kualitas hidup, lansia, ulkus