Analisis kinerja perbankan yang listing di Bursa Efek Jakarta menggunakan Camel dan analisis kebangkrutan Altman
SWARDANA, Dewa Made Budi, Amin Wibowo, SE.,MBA
2003 | Tesis | Magister ManajemenSesuai dengan fungsinya sebagai intermediary institution, maka perbankan merupakan tulang punggung bagi perekonomian Indonesia. Dikeluarkannya PAKJUN 83, PAKTO 88, dan PAKFEB 91 oleh pemenntah semakin mendorong pihak swasta untuk membuka bank-bank baru. Sayangnya perkembangan ini tidak diikuti oleh perkembangan disektor nil sehingga menimbulkan bumerang bagi perbankan Indonesia. Adanya likuidasi 16 buah bank, dibekukannya 7 buah bank, dan mun culnya BPPN untuk mengawasi 7 buah bank swasta nasional semakin menambah suram dunia perbankan kita. Ha1 ini menumbuhkan kesadaran kita bahwa citra dan kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan perlu ditumbuhkan kembali. Ha1 ini bisa tenvujud melalui pengawasan dan penilaian kinerja perbankan oleh otoritas perbankan kita. Ha1 ini perlu diperhatikan karena salah satu faktor penting yang mendukung sistem perbankan yang sehat adalah bank yang sehat. Mengingat pentingnya proses penilaian kinerja perbankan, maka penelitian ini ingin mengetahui dan membandingkan dua sistem penilaian yang telah lazim digunakan oleh sektor perbankan Indonesia yaitu CAMEL dengan analisis yang biasa digunakan untu rnendeteksi kebangkrutan usaha yaitu analisis 2 Score Altman. Asumsi sederhana yang mendasari penelitian ini adalah bank yang sehat menurut CAMEL pasti akan ada dalam kategon bank yang tidak diprediksikan mengalami kebangkrutan menurut Z Score Altman. Pembandingan dua metode ini digunakan untuk mengetahui apakah deteksi kebangkrutan Altman dapat digunakan untuk meneliti tingkat kesehatan perbankan seperti yang telah ditulis dalam tesis-tesis sebelumnya sesuai dengan dasar asumsi tersebut. Populasi yang digunakan adalah bank-bank yang ada di Indonesia dengan purposive sampling telah listing selama empat tahun berturut-turut dari tahun 1998 samapai 2001 di Bursa Efek Jakarta. Data-data rasio bersumber dari Capital Market Directory 2001, buku, media cetak, dan internet dan telah diaudit oleh auditor sehingga terjamin kebenarannya. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dengan kedua metode tersebut maka diketahui bahwa analisis Z Score Altman kurang akurat bila digunakan untuk mendeteksi tingkat kesehatan perbankan bila dibandingkan dengan metode CAMEL. Ha1 ini terlihat dari banyaknya kesalahan prediksi yang dilakukan oleh 2 Score. Selain itu CAR yang tinggi belum menjamin kesehatan sebuah bank karena CAR hanya berpengaruh 25% terhadap total score dalam CAMEL.
Functioned as intermediary institution, banking turns to be the backbone of Indonesian economy. The issue of PAKJUN 83, PAKTO 88 and PAKFEB 91 by government increasingly support private sector to establish new banks. Unfortunately, such a development has not been followed by development in real sector. Therefore, it has created boomerang for Indonesian banking. The liquidation toward 16 banks, stoppage on 7 banks and the emergence of BPPN to control 7 national private banks increasingly provide gloomy our banking world. This lead us to realize that it is necessary to re-vitalize public image and credibility on banking industry. This is manifested through the measurement and valuation on banking performance by our banking authority. Healthy banks turn to be the important factor supporting healthy banking system. Considering importance of valuation on banking performance, this research was aimed identify and compare two systems of measurement that commonly adopted in Indonesian banking sector, i.e. CAMEL with Altman’s Z Score analysis to predict business bankruptcy. Simple assumption underlying this research is healthy banking. Based on CAMEL, there will be bank categorized as bankrupt according to Altman’s Z Score analysis. The comparison of the two methods was utilized to examine whether the predicted bankruptcy using Altman’s analysis was also to study the health rate of banking as previous researches wrote based on such assumptions. Population taken were Indonesian bank firms listed at BEJ for consecutive years, from 1998 to 2000, through the use of purposive sampling method. Based on computation using the methods, it was found that Altman’s Z Score was less accurate compared to CAMEL method in detecting the health rate of banking. This was seen from some mistakes predicted using Z Score. In addition, higher CAR had not guarantee healthiness of banking since CAR only influenced 25% total score in CAMEL
Kata Kunci : Kinerja Perusahaan,Perbankan,Listing BEJ, Intermediary institution, health valuation, predicted bankruptcy, CAMEL, Altman’s Z Score