TINJAUAN FILSAFAT NILAI MAX SCHELER TERHADAP TARIAN RAKYAT EBLEG KEBUMEN
ARIFFATONAH H A, Dr. Septiana Dwiputri Maharani
2016 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFATPenelitian ini berjudul Tinjauan Filsafat Nilai Max Scheler terhadap Tarian Rakyat Ebleg Kebumen. Tarian Ebleg merupakan salah satu tarian rakyat yang tumbuh dan berkembang di Kebumen. Penelitan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya tarian rakyat dengan menggunakan kuda yang memiliki nama yang berbeda di setiap daerah, dan sering kali masyarakat tidak memahami makna yang disampaikan di dalam tarian tersebut. Tujuan penelitian ini antara lain ialah: 1) Menjelaskan hakikat nilai Max Scheler. 2) Menjelaskan tarian rakyat Ebleg. 3) Menggambarkan hakikat nilai tarian rakyat Ebleg dalam perspektif hierarki nilai Max Scheler. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Sumber primer dan sekunder diteliti dengan menggunakan unsur-unsur metodis antara lain deskripsi, interpretasi, kesinambungan historis dan koheren internal. Objek material dari penelitian adalah nilai-nilai dalam tarian rakyat Ebleg Kebumen. Objek formal dalam penelitian adalah filsafat nilai Max Scheler. Hasil penelitian yang dicapai berupa: 1) Nilai menurut Scheler merupakan kualitas yang tidak tergantung pada pembawaannya. Nilai memiliki tingkatan-tingkatannya yaitu, nilai kesenangan, nilai vitalitas, nilai spiritual, dan nilai kesucian. 2) Ebleg berasal dari bahasa Jawa yang berarti anyaman bambu. Ebleg di Kebumen merupakan tarian rakyat yang menggunakan alat peraga berupa anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda. Ebleg Kebumen memiliki pakem gerakan yang didasarkan pada Sastra Gending Sultan Agung Hayangkarakusuma yang digunakan untuk melatih pasukannya saat berada di Panjer untuk menyerang Belanda di Batavia. 3) Tarian rakyat Ebleg dalam tinjauan hierarki nilai Max Scheler meliputi, nilai kesenangan, nilai vitalitas, dan nilai spiritual, dan nilai kesucian.
This title of the research is The Review of Axiology Max Scheler in Kebumen Ebleg Folk Dance. Ebleg dance is one of the folk dance that grows and develops in Kebumen. This research was motivated by most of folk dance using horses which have different names in each area, and frequently, people do not understand the meaning that is conveyed in the dance. The aims of this research are: 1) explaining the value nature of Max Scheler. 2) Explaining the Ebleg folk dance. 3) Describing the value nature of Ebleg folk dance in the perspective of Max Scheler hierarchy. This is a field research which used interviews and direct observation in the field. Primary and secondary sources are studied using methodological steps such as description, interpretation, historical continuity, internally coherent. Material object in this research is the values of Ebleg folk dance in Kebumen. Formal object in this research is Axiology Max Scheler. The results of this research are achieved: 1) According to Scheler, value is not dependent on the quality of his nature. Values have tiers level; the value of pleasure, vitality values, spiritual values, and the value of chastity. 2) Ebleg derived from the Javanese language, which means bamboo. Ebleg in Kebumen is a folk dance that uses visual aids in the form of woven bamboo shaped like a horse. Ebleg Kebumen has a grip movement grounded in the literature Gending Sultan Agung Hayangkarakusuma used to train troops while in Panjer to attack the Netherlands in Batavia 3) The values of Ebleg folk dance in Max Scheler hierarchy review are, pragmatic values, value of life, mental values, and the value of the holy.
Kata Kunci : Tarian rakyat Ebleg, Filsafat Nilai, Nilai Kesucian.