Laporkan Masalah

JARAK PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI SETELAH MELAHIRKAN TERHADAP KEGAGALAN KONTRASEPSI DI INDONESIA: ANALISIS DATA SDKI 2012

CHAMY RAHMATIQA, Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU, MSc, ScD; dr. Shinta Prawitasari, Sp.OG(K), M. Kes

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, angka pemakaian kontrasepsi (CPR) meningkat dari tahun 1991 yaitu 50% menjadi 62% pada tahun 2012 tetapi jumlah anak yang lahir (TFR) stagnan pada data SDKI tahun 2002-2003, tahun 2007, dan tahun 2012 yaitu 2,6. Salah satu penyebabnya dari kegagalan kontrasepsi. Dari SDKI 2007, kegagalan kontrasepsi mencerminkan hamil ketika memakai kontrasepsi yang mengakibatkan kehamilan tidak diinginkan sehingga dapat mengakibatkan tingginya angka kematian ibu dan kesakitan bayi pada tahun 2012. Tujuan: Mengetahui pengaruh jarak penggunaan kontrasepsi setelah melahirkan terhadap kegagalan kontrasepsi. Metode: Penelitian observasional yang menggunakan data SDKI 2012 dengan rancangan kohort-retrospektif. Wanita usia subur yang pernah kawin yang sedang menggunakan kontrasepsi tetapi hamil pada saat memakai kontrasepsi sebagai unit analisis. Kemudian kelompok ini dianalisis dengan jarak menggunakan kontrasepsi setelah melahirkan. Analisis data menggunakan analisis survival dimana besar pengaruh jarak penggunaan kontrasepsi setelah melahirkan terhadap kegagalan kontrasepsi diperoleh menggunakan metode Stratified Cox Model. Hasil: Kurva Kaplan-meier menunjukkan bahwa kegagalan lebih tinggi pada metode kontrasepsi tradisional seperti senggama terputus dan pantang berkala. Wanita yang menggunakan kontrasepsi implan memiliki risiko kehamilan lebih besar daripada risiko kehamilan di Amerika Serikat. Wanita yang memakai kontrasepsi setelah melahirkan lebih berisiko terjadi kegagalan kontrasepsi yaitu 33-48 minggu dan >48 minggu (berturut-turut HR=1,25; 95% CI=0,63-2,47 dan 1,91; 95% CI=1-3,67). Semua variabel luar memiliki hubungan yang signifikan. Wanita yang kebutuhan KBnya tidak terpenuhi memiliki risiko kegagalan kontrasepsi daripada kebutuhan KB terpenuhi (HR=7,81; 95%CI=6,14-9,92). Kesimpulan: Semakin lama wanita menggunakan kontrasepsi setelah melahirkan maka semakin tinggi resiko kegagalan kontrasepsi di Indonesia.

Background: Based on the Indonesian Demographic and Health survey (IDHS) 2012, contraceptive prevalence rate (CPR) is increased 50% in 1991, namely 50% to 62% in 2012 but total fertility rate (TFR) kept stagnant at 2.6 from the data IDHS the 2002-2003, 2007, and 2012. The cause was stated to be the failure of contraception. IDHS 2007 formatted contraceptive failure as being pregnant while taking contraception resulting in unwanted pregnancies. Unwanted pregnancies resulting in high meternal mortality and infant morbidity in 2012. Purpose: Examined the effect of spacing use of contraception after childbirth with contraception failure. Methods: Observational study using IDHS 2012 datas with retrospective cohort design. Women of childbearing age who ever married were currently using contraception as a unit analysis. The group was analyzed by a spacing use contraception after childbirth. Survival analysis was used to determine the influence of contraception use spacing after childbirth with contraception failure using methods Stratified Cox Model. Results: Kaplan-Meier curves showed the higher failure in the traditional contraceptive methods such as coitus interruptus and periodic abstinence. Women who use contraceptive IUD and implants have a greater risk of pregnancy than the risk pregnancy in the United States about failure contraception. Women who use contraceptive after childbirth has a risk contraceptive failure formatted 33-48 weeks and >48 weeks (respectively HR=1,25; 95%CI=0,63-2,47 dan 1,91; 95%CI=1-3,67). All of confounding variables have a statistically significant relationship. Women who unmet need has at risk of contraceptive failure than met need (HR=7,81; 95%CI=6,14-9,92). Conclusion: The longer a woman used contraception after giving birth, the higher a risk of contraceptive failure in Indonesia

Kata Kunci : metode kontrasepsi, kegagalan, wanita pernah kawin, contraception,failure, married woman

  1. S2-2016-354161-abstract.pdf  
  2. S2-2016-354161-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-354161-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-354161-title.pdf