EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN 2014
FARINA DWIPA ASSANTHI, Dr. Satibi, M. Si., Apt.
2016 | Skripsi | S1 FARMASIPengelolaan obat terdiri dari beberapa tahap yang saling terkait satu sama lainnya serta harus terkoordinasi dengan baik agar dapat berfungsi secara optimal, sehingga rumah sakit memerlukan suatu pantauan dan evaluasi sistem pengelolaan obat yang berkelanjutan untuk menjaga kualitas pelayanan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pengelolaan obat pada tahap seleksi, perencanaan, pengadaan dan distribusi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2014 serta mengetahui faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif untuk tahun 2014 yang bersifat retrospektif dan concurrent pada tahun 2016. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif dari pengamatan dokumen serta wawancara dengan petugas IFRS terkait untuk mengetahui faktor yang memberi dampak pada tahap seleksi, perencanaan, pengadaan dan distribusi. Tahap pengelolaan obat yang diteliti kemudian diukur tingkat efisiensi menggunakan indikator WHO, Pudjaningsih dan Depkes, kemudian dibandingkan dengan standar atau hasil penelitian lainnya dan selanjutnya diolah serta dideskripsikan. Hasil penelitian didapatkan sistem pengelolaan obat yang sesuai standar adalah persentase modal/dana yang tersedia dengan keseluruhan dana yang dibutuhkan (100%), persentase alokasi dana pengadaan (37,38%) dan persentase obat yang dilabeli dengan benar (100%). Indikator yang belum sesuai standar yaitu kesesuaian obat yang tersedia dengan DOEN (30%), perbandingan jumlah item obat yang dipakai dengan yang direncanakan (169%), frekuensi pengadaan tiap item obat (5 kali), frekuensi kesalahan faktur (11,11%), waktu yang digunakan untuk melayani resep (resep non racikan 39,1 menit dan resep racikan 51,8 menit), persentase nilai obat yang rusak dan kadaluarsa (3,27%), kecocokan jumlah item obat dengan kartu stok (82,8%), dan rata-rata tingkat ketersediaan obat (18,4 bulan).
Drug management contains some phase which is interrelated one to another. Every phases must well coordinated to works optimal. That is why hospital needs to do check and evaluation of drug management system continuously to controls the quality of theraphy service. This research has purpose to determines the performance of drug management phases: Selection; Planning; Procurement and; Distribution at Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) Universitas Gadjah Mada (UGM) in 2014, also to determines its factors that influences it. This research uses descriptive design for 2014 that are retrospective and concurrent in 2016. Data collected in the form of qualitative and quantitative from documents observation and interview with related IFRS UGM officers to determines the factors that influences drug management phases: Selection; Planning; Procurement and; Distribution. Level of eficiency every phase are measured and compared with WHO, Pudjaningsih and Depkes indicators, also compared with another research results and then described. This research results that meet the standard are: comparison between funds- available to total funds-needed (100%); persentation of drug procurement allocation funds (37.38%) and; suitability drugs label (100%). The results that did not meet the standard are: drugs suitability with DOEN (30%); comparison between drugs-used to drugs-planned (169%); frequency of drugs procurement per each item (5 times); frequency of invoices error (11.11%); response time of medical prescriptions service (for non dispensing drugs [39.1 minutes] and for dispensing drugs [51.8 minutes]); persentation of damaged drugs and expired drugs (3.27%); suitability of stock card (82.8%) and; average of drugs available level (18.4 months)
Kata Kunci : evaluasi, pengelolaan obat, indikator, evaluation, drug mangement, Instalasi Farmasi RS UGM