PARTISIPASI PEMUDA DALAM MENGEMBANGKAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN SOSIAL BUDAYA WILAYAH (Studi di Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, D.I. Yogyakarta)
GINA LESTARI, S.PD, Prof. Dr. Armaidy Armawi, M. Si;Dr. Muhamad, ST., MT
2016 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalArus pariwisata global mengarah pada tren baru pariwisata pedesaan dimana wisatawan datang dalam kelompok-kelompok kecil dan berinteraksi intensif, mempelajari kehidupan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan penduduk desa. Pariwisata model ini rentan menyebabkan perubahan sosial budaya di masyarakat jika pengelolaannya tidak direncanakan secara matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan partisipasi pemuda dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (CBT) dan kontribusinya terhadap ketahanan sosial budaya wilayah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan prosedur metode campuran konkuren yang mengkombinasikan pendekatan kualitatif dengan kuantitatif. Penentuan sampel dipilih berdasarkan purposive sampling dengan penggunaan keriteria berdasarkan pertimbangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan kuesioner skala penilaian summated ratings model rating scale Likert. Informan kunci wawancara dan responden kuesioner ditentukan melalui purposive sampling. Analisis data penelitian menggunakan interaktif Miles and Huberman untuk data kualitatif dan teknik statistik inferensial (statistics probabilitis) untuk data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pemuda merupakan bagian dari aktor pengelola CBT di Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri). Partisipasi pemuda berada pada tingkat partisipasi citizen power dengan bobot rata-rata sebesar 70%. Pengembangan CBT di Dewi Peri memungkinkan seluruh masyarakat terlibat secara aktif sebagai aktor utama. Partisipasi pemuda dalam pengembangan CBT di Dewi Peri berkontribusi terhadap ketahanan sosial budaya berdasarkan prinsip asas kemitraan, kesejahteraan, perlindungan, kemandirian, kerukunan, nilai sosial dan budaya lokal. Ketahanan sosial budaya terbentuk melalui pelestarian sosial budaya secara dinamis dengan melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan sosial-budaya lokal melalui aktivitas pariwisata.
The global tourism wave leaded to a new trend of rural tourism where tourists came in small groups to interact intensively and learn the life of villagers. If the management of rural tourism was not well planned, this model infliced social cultural changes in society. This study aimed to assess and formulate the youth participation in the community-based tourism (CBT) development and their contribution on social cultural regions resilience. This study used descriptive mixed methods research by using quantitative and qualitative approaches. The samples determined through purposive sampling by judgment sampling criteria. Data collection used deep interviews and questionnaires with Summated Likert rating scale models. The key informers and respondents determined through purposive sampling by judgment sampling criteria. Research data analysis used Miles and Huberman�s interactive and inferential statistical techniques (statistics probabilitis) The result showed that youth was the part of the CBT�s manager actor in Pentingsari Tourism Village (Dewi Peri). The level of youth participation was a citizen power with an average of 70%. CBT development allowed the entire community to be actively involved as the main actor. Youth participation in the development of CBT contributed to social cultural resilience which based on the principle of partnership, prosperity, protection, independence, unity, and the values of local social cultural. The social cultural resilience was formed through social and cultural preservation dynamically with protecting, developing and utilizing local social cultural by tourism activities.
Kata Kunci : Partisipasi Pemuda, Pariwisata Berbasis Masyarakat (CBT), Ketahanan Sosial Budaya Wilayah