ANALISIS PENILAIAN SAHAM PT XYZ TAHUN 2014 DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKONTO ARUS KAS DAN METODE PEMBANDING PERUSAHAAN TERCATAT DI BURSA EFEK
PRIMARSANTO BOYDO S, Eddy Junarsin, M.B.A., Ph.D
2016 | Tesis | S2 Ekonomika Pembangunan/Sejalan dengan semakin terintegrasinya perekonomian di tengah era globalisasi, krisis keuangan yang terjadi pada suatu negara dapat dengan mudah menyebar ke negara-negara lain dan menjadi bencana keuangan global dalam kurun waktu yang singkat. Pada kejadian semacam ini, fundamental ekonomi yang kuat sangat penting untuk mempertahankan suatu negara dari efek krisis yang menular, yang didalamnya digerakan oleh beberapa industri perusahaan-perusahaan yang ikut menopang suatu negara agar terhidar dari suatu krisis. Perusahaan pun harus dapat mengetahui sejak dini permasalahan yang di timbukan dari adanya kesulitan keuangan (financial distress). Dalam penelitian ini diambil sampel 715 perusahaan yang terdaftar (listing) pada Bursa Efek Jakarta pada periode 2008 sampai dengan 2012. Model regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi probit yang merupakan model non linier yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dependen dengan beberapa variabel independen, dengan variabel dependennya berupa data kualitatif dikotomi yaitu bernilai 0 dan 1. Penelitian ini mengkaji tentang model regresi probit untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan-perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan (financial distress) dan perusahaan-perusahaan yang tidak mengalami kesulitan keuangan (financial distress) yang terdaftar (listing) pada Bursa Efek Jakarta pada periode 2008 sampai dengan 2012. Dengan variabel yang digunakan dari beberapa sampel perusahaan-perusahaan adalah Likuiditas, Hutang, Margin EBITDA, ROA dan Nilai Eksport. Sehingga di dapatkan perusahaan yang mengalami gejala kesulitan keuangan (financial distress) sebesar 350 perusahaan dan perusahaan-perusahaan yang tidak mengalami kesulitan keuangan (financial distress) sebesar 365 perusahaan. Akhirnya, penelitian ini juga memberikan penjelasan bahwa secara keseluruhan hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel likuiditas dan variabel leverage mampu menjelaskan secara signifikan probabilitas penuh untuk mengetahui perusahaan tersebut mengalami kesulitan keuangan (financial distress) atau tidak mengalami kesulitan keuangan (financial distress)./Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian saham dari PT XYZ sebagai acuan dalam rangka penetapan harga pasar saham. Nilai saham PT XYZ diperoleh dengan menggunakan Metode Diskonto Arus Kas (Free Cash Flow to Equity dan Free Cash Flow to the Firm) dan Metode Pembanding Perusahaan yang Tercatat di Bursa Efek (Guideline Publicly Traded Company) dengan multiple MVIC
In line with the increasingly integrated economy in the era of globalization, the financial crisis in one country can easily spread to other countries and become a global financial disaster within a short time. In such incidents, the strong economic fundamentals is essential to maintain a state of the effects of the crisis are "contagious", which also driven by several industrial companies that participate in order to sustain a country is spared the crisis. The company also has to identify early problems in timbukan of their financial difficulties (financial distress). In this study, 715 samples were taken of listed companies (listing) on the Jakarta Stock Exchange in the period 2008 to 2012. The regression model used in this study is a probit regression model which is non-linear models were used to analyze the relationship between a dependent variable and several independent variables, the dependent variable is a dichotomy in the form of qualitative data that is worth 0 and 1. This study examines the probit regression model to determine the factors that influence those companies that are experiencing financial difficulties (financial distress) and companies who are not experiencing financial difficulties (financial distress) are listed (listing) on the Jakarta Stock Exchange in the period from 2008 until 2012. with variables use of several sample companies is Liquidity, Debt, EBITDA margin, ROA and Export Values. So in getting companies experiencing financial distress symptoms (financial distress) amounted to 350 enterprises and companies that are not experiencing financial difficulties (financial distress) by 365 companies. Finally, this study also makes clear that the overall results of this study indicate that the variable liquidity and leverage variables significantly able to explain fully to know the probability of the company experiencing financial difficulties (financial distress) or not experiencing financial difficulties (financial distress).
Kata Kunci : pembangkit listrik tenaga batubara, nilai pasar saham, metode diskonto arus kas, free cash flow to equity, free cash flow to the firm, metode pembanding perusahaan yang tercatat di bursa efek./coal-fired power plant, market value of shares, discounted cas