Laporkan Masalah

PEMANFAATAN CITRA LANDSAT MULTITEMPORAL UNTUK PEMETAAN PERUBAHAN GARIS PANTAI KOTA SEMARANG TAHUN 1995, 2005 DAN 2015

TATAR DWI NUGROHO, Dr. Pramaditya Wicaksono, M.Sc

2016 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SV

Penelitian ini dilakukan di wilayah pesisir Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah dengan tujuan untuk: (1) membuat peta garis pantai dan peta perubahan garis pantai Kota Semarang Tahun 1995, 2005, dan 2015 berdasarkan citra Landsat multitemporal dan (2) memetakan laju pertambahan dan laju pengurangan daratan pesisir Kota Semarang kurun waktu 1995, 2005 dan 2015 berdasarkan citra Landsat multitemporal. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode threshold saluran inframerah yaitu pengaturan tingkat keabuan untuk mencari batas antara daratan dan lautan. Ektraksi informasi garis pantai menggunakan software ENVI 5.0 dan ArcMap 10.2. Data citra satelit yang digunakan adalah citra Landsat 5 TM, citra Landsat 7 ETM+ dan citra Landsat 8 OLI. Informasi garis pantai pada tahun 1995, 2005, dan 2015 dilakukan proses tumpang susun untuk mengetahui wilayah yang mengalami abrasi dan akresi di pesisir Kota Semarang. Hasil yang didapatkan adalah garis pantai Kota Semarang dari tahun 1995, 2005 dan 2015 mengalami perubahan baik ke arah laut dan ke arah daratan. Perubahan garis pantai yang kearah daratan menyebabkan abrasi dimana laju abrasi Kota Semarang pada kurun waktu 1995-2005 seluas 20,26 ha/tahun dan pada kurun waktu 2005-2015 seluas 63,44 ha/tahun. Sedangkan perubahan garis pantai kearah laut menyebabkan akresi atau pertambahan daratan dimana laju akresi di Kota Semarang pada kurun waktu 1995-2005 seluas 18,30 ha/tahun dan pada tahun 2005-2015 seluas 25,34 ha/tahun.

This research was conducted in coastal areas of Semarang City, Central Java. The aims of this research are: (1) mapping the shoreline and shoreline changes of Semarang City based on multitemporal Landsat imagery, and (2) mapping the increase and decrease rate of the coastal mainland in Semarang City from 1995, 2005 and 2015 based on multitemporal Landsat images. This research used threshold method on shortwave infrared spectral to slice grayscale level to get information about of boundary land and sea. To get the information of the shoreline, this research used ENVI 5.0 and ArcMap 10.1. The satellite images used in this research are Landsat 5 TM, Landsat 7 ETM+, and Landsat 8 OLI. The shoreline of 1995, 2005, and 2015 were overlaid each to identity regions that expend abrasion and accretion. The result is show that the shoreline of Semarang City from 1995, 2005, and 2015 that changed to the seaward and landward. The abration rate of the Semarang City in the period 1995 to 2005 was 20.26 ha/year while in the period from 2005 to 2015 was 63.44 ha/year. Meanwhile, the accreation rate of Semarang City in the period 1995 to 2005 was 18.30 ha/year and in the period 2005 to 2015 was 25.34 ha/year.

Kata Kunci : Garis Pantai, Citra Landsat, Threshold, Semarang