POLA AKTIVITAS NOKTURNAL NYAMUK (Diptera:Culicidae) POTENSIAL VEKTOR Wuchereria bancrofti Cobbold (1877) DI KABUPATEN PEKALONGAN
RISKI ANDRIAN JASMI, Dr. R.C. Hidayat Soesilohadi, M.S; Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc
2016 | Tesis | S2 BiologiFilariasis limfatik adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing anggota Kelas Nematoda, khususnya Wuchereria bancrofti yang ditularkan oleh nyamuk. Kabupaten Pekalongan merupakan daerah endemis filariasis. Cacing ini yang memiliki periodisitas nokturnal yang transmisinya berhubungan dengan pola aktivitas nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis nyamuk nokturnal yang ditemukan di Kabupaten Pekalongan, periodisitas dan potensinya sebagai vektor filariasis limfatik. Penangkapan nyamuk dilakukan dari pukul 18.00-06.00 WIB pada periode setiap satu jam secara hand-net dan aspirator. Nyamuk dikoleksi dalam kondisi biting dan resting serta di indoor dan outdoor di dua titik sampling yaitu Kelurahan Tegaldowo Kecamatan Tirto dan Kelurahan Paweden Kecamatan Buaran. Sampel nyamuk diidentifikasi secara morfologi kemudian dilakukan deteksi larva parasit secara molekuler. Berdasarkan hasil identifikasi diperoleh 4 spesies yaitu Cx. tritaeniorhynchus yang menunjukkan puncak aktivitasnya pada awal malam, Cx. quinquefasciatus dari tengah malam hingga menjelang akhir malam, An. subpictus pada tengah malam dan Ar. subalbatus saat matahari terbenam. Deteksi larva filaria pada nyamuk menggunakan PCR dengan primer NV1 dan NV2 menunjukan hasil negatif sehingga belum dapat ditentukan potensi nyamuk sebagai vektor W. bancrofti.
Lymphatic filariasis is a disease caused by worms of Nematoda Class, notably Wuchereria bancrofti which is transmitted to human through mosquitoes. This worms was detected in Pekalongan Regency and had nocturnal periodicity, because its transmition related to the periodicity of mosquito. The aim of this research is know diversity, periodicity of nocturnal mosquito and potential as lymphatic filariasis. Mosquito colection was held from 18.00 to 06.00 WIB on each an hour period using hand-net and aspirator. Mosquito was collected when biting and resting condition in indoor and outdoor at two sampling point in Tegaldowo Village, Tirto District and Paweden Village, Buaran District. Mosquito samples then will be identified, and examined using molecular detecting. Identification result found 4 spesies, i.e. Cx. tritaeniorhynchus shows activity peak on early night, Cx. quinquefasciatus from midnight to dawn, An. subpictus on midnight and Ar. subalbatus on twilight. Molecular detecting using PCR with NV1 and NV2 primer shows negative result, so mosquito as W. bancrofti vektor still not determined yet.
Kata Kunci : filariasis, Wuchereria bancrofti, nokturnal, vektor