Laporkan Masalah

KELENGKAPAN PENGISIAN OTOPSI VERBAL PADA DOKUMEN AUDIT MATERNAL PERINATAL STUDI KASUS DI KABUPATEN BANJARNEGARA

DWINA RETNA MARTUTI, dr. Riris Andono Ahmad, MPH, PhD; dr. Hanevi Djasri, MARS

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. Di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2013 terdapat 19 kasus kematian ibu dan pada tahun 2014 terdapat 20 kasus. Setiap kejadian kematian ibu akan dilakukan penelusuran penyebab kematian dengan metode otopsi verbal. Otopsi verbal maternal digunakan untuk mengetahui penyebab kematian ibu secara medis dan non medis. Hasil otopsi verbal bisa menjadi alat yang efektif untuk mengambil kebijakan guna meningkatkan status kesehatan ibu dan bayi. Tujuan : Untuk mengetahui kelengkapan formulir otopsi verbal maternal pada pelaksanaan AMP di Kabupaten Banjarnegara. Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, menggunakan rancangan penelitian studi kasus. Informasi didapat dari format checklist, telaah dokumentasi dan wawancara. Hasil : Penggunaan formulir otopsi verbal yang sesuai dengan Pedoman AMP Depkes hanya 56,4%, 15,3% menggunakan formulir MAPEDIR, 28,2,6% menggunakan format sendiri. Hanya 2,5% dari formulir otopsi verbal yang sesuai yang diisi lengkap, 97,5% lainnya diisi tidak lengkap. Tidak satupun formulir otopsi verbal yang diisi oleh dokter dan perawat. Sebanyak 69,2% formulir otopsi verbal diisi oleh bidan dan 30,7% tidak ada identitas. Sebanyak 38,4% kasus kematian ibu otopsi verbalnya dibuat 7 hari sejak tanggal kematian, 10,2% kasus dibuat lebih dari 7 hari, dan 5,1% kasus dibuat lebih dari 14 hari, sedangkan 46,1% tidak ada informasi kapan dibuat. Dari 22 formulir OVM semua diisi lengkap pada bagian identitas responden. Identitas ibu dan suami 63,6% diisi lengkap dan 36,4% tidak lengkap. Riwayat komplikasi kehamilan sekarang 81,8% diisi lengkap dan 18,2% tidak lengkap. Riwayat persalinan 54,5% diisi lengkap dan 45,5% diisi tidak lengkap. Rujukan 86,4% diisi lengkap dan 13,6% diisi tidak lengkap. Riwayat obstetric terdahulu 68,1% diisi lengkap dan 31,9% diisi tidak lengkap. Masalah non medis 63,6% diisi lengkap dan 36,4 diisi tidak lengkap. Kesimpulan atau penyebab kematain 71,7% diisi lengkap dan 27,3% diisi tidak lengkap. Otopsi verbal dan pengisi formulir 50% lengkap dan 50% tidak lengkap Kesimpulan : Pengisian formulir otopsi verbal untuk dokumen AMP tidak lengkap

Background : Maternal Mortality Rate (MMR) is one important indicator of the level of public health. In Banjarnegara there were 19 cases of maternal mortality in 2013 and 20 cases in 2014. Audit of death is a powerful tool and potential to identifying public health care for improvement based on the obtained data. Every incidence of maternal death is always performing Maternal Perinatal Audit (AMP). To determine the suitability of AMP implementation required an evaluation. Review of maternal mortality is highly recommended to improve the quality of obstetric care and decrease maternal mortality. Objective : To evaluate the implementation of the AMP in Banjarnegara. Methods : The study is a qualitative research by using case study design. Information obtained from the checklist format, reviews of documentation and interviews. Results : All of the 39 cases of maternal deaths that occurred in the year 2013 to 2014 were registered at the Secretariat AMP. There were only 4% of the verbal autopsy form appropriate and completely fulfilled to AMP Handbook MOH. 34 cases of maternal deaths that occured in hospitals had no maternal medical record form. Assessment of maternal deaths carried out by the incompetent assessment team although not all. Determination of maternal mortality ranking appropriate with an analysis of the causes of maternal death. Diagnosis causes of maternal death had written not correspond to ICD-10. All recommendations specific to AMPRS / health / village midwife / group or professional organization. There is no feedback report on the recommendations given to the Secretariat AMP. Conclusions : The implementation of AMP in Banjarnegara in 2013-2014 was not based on complete data. AMP studied by incompetent team although not all. Determination of maternal mortality ranking appropriate with an analysis of the causes of maternal death. AMP identifies specific diagnosis of the cause of death is not in accordance with ICD-10. Recommendations are given for specific AMP Team RS / health / Village midwife / group. There is no feedback report of recommendations to the Secretariat AMP. AMP implementation is not all in accordance with the Manual AMP MOH

Kata Kunci : Audit Maternal Perinatal, kematian ibu, otopsi verbal

  1. S2-2016-323039-abstract.pdf  
  2. S2-2016-323039-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-323039-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-323039-title.pdf