ANALISIS KEUANGAN TERHADAP KELAYAKAN INVESTASI LABORATORIUM ANGIOGRAFI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA
CECILIA FARRONA AL H, dr. Ari Natalia Probandari, MPH, PhD; Dr.dr. Rizaldi Taslim Pinzon, M.Kes, SpS
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang dan Tujuan : kematian akibat PTM (Penyakit Tidak Menular) diperkirakan akan terus meningkat di seluruh dunia, peningkatan terbesar akan terjadi di negara-negara berkembang. Mempertahankan konsumen dan berusaha mendapatkan konsumen baru merupakan strategi wajib yang harus di jalankan oleh rumah sakit. Keberadaan konsumen sangat penting bagi bisnis rumah sakit karena konsumen merupakan roda bisnis rumah sakit. Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, berencana untuk melakukan investasi laboratorium Angiografi untuk menunjang fasilitas kesehatan yang sudah ada. Sebelum melakukan investasi penting untuk mengetahui berapa besar unit cost dan tarif yang akan ditetapkan selain itu juga perlu diketahui kemauan membayar (Willingness To Pay) dan kemampuan membayar (Ability To Pay) pasien terhadap penggunaan layanan. Metode Penelitian : penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan studi kasus yang dilakukan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Sebanyak 265 orang dipilih sebagai responden, yang diambil dari poliklinik saraf dan penyakit dalam. Data primer terdiri dari data kemauan dan kemampuan pasien untuk melakukan pelayanan laboratorium angiografi. Data sekunder di dapatkan dari rumah sakit, penelitian terdahulu dan lainnya. Analisis investasi dihitung menggunakan Net Present Value, Internal Ratr of Return, payback Period dan Return On Investment. Hasil : Perhitungan dengan menggunakan analisis Net Present Value menghasilkan nilai sebesar Rp.23.569.363.711,- . jika dibandingkan dengan nilai modal, NPV bernilai positif sehingga investasi ini layak dilaksanakan. Analisis Internal Rate of Return menghasilkan nilai 29% yang berarti lebih besar dari faktor diskonto artinya dengan menggunakan analisis ini investasi juga layak dilakukan. Perhitungan menggunakan Payback Period diketahui masa balik modal investasi laboratorium angiografi adalah selama tiga tahun tujuh bulan dan Return On Invesment menunjukkan pelayanan laboratrium angiografi berkemampuan untuk menghasilkan laba sebesar 120%. Kesimpulan : hasil penelitian menunjukkan investasi laboratorium angiografi dari aspek keuangan layak dilakukan. Kemauan masyarakat untuk menggunakan layanan cukup tinggi namun dari segi kemampuan rata-rata masih rendah
Background : Mortalities caused by NCDs ( non-communicable diseases ) are predicted to continue rising throughout the world , especially at developing countries . Retaining patients and trying to get new patients are the required strategy to be done by the hospital. Patients are very important for the hospital business because the patients are the core of hospital business. Bethesda Hospital in Yogyakarta, planned to invest angiography laboratory to support the health facilities. Before investing, it is important to know how much the unit cost and tariffs to be set, but it is also necessary to know the WTP ( willingness to pay ) and the ability to pay ( Ability To Pay ) from patients to take services. Methods : Research is done by using a case study design conducted at Bethesda Hospital in Yogyakarta . There are 265 people choosed as respondents from neurology and internal medicine clinic. Primary data consists of the patient's willingness and ability data to perform angiography laboratory services. Secondary data is got from the hospital, and other previous studies. Result : The result of calculations that used Net Present Value analysis is Rp. Rp.23.569.363.711, - that has positive value of NPV compared to asset value. Internal Rate of Rreturn analysis obtain 29 % of IRR value which means the value is greater than the discount factor . Payback Period would be obtained in four years and eleven months and Return On Invesment demonstrated the ability to generate a profit of 120%. Conclusion : The results showed angiography laboratory investments from the financial aspect is worth doing . Willingness of people to use the service is quite high. however, the ability to pay is still low.
Kata Kunci : Laboratorium angiografi, investasi, NPV, IRR, Payback Period, ROI, WTP, ATP