Analisis Perbedaan Biaya Pengobatan Diabetes Melitus Pada Pasien Rawat Jalan Dan Rawat In Dengan Pembiayaan BPJS Dibandingkan Dengan Pasien Umum Di RSUD Kota Yogyakarta
NURMUTMAINAH SAIDA, dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., PhD; Yos Hendra, SE., MM., M.Dev.Ec., Ak.CA
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Penyakit Diabetes Melitus (DM) merupakan masalah kesehatan dunia karena di berbagai penelitian epidemiologi menunjukkan adanya peningkatan angka insidensi dan prevalensi DM di berbagai penjuru dunia. Sifat kronis DM dan penyakit komplikasinya membuat penyakit ini menjadi penyakit dengan biaya yang mahal, sehingga sangat penting untuk mengidentifikasi biaya pengobatan DM guna memberikan solusi hemat biaya bagi pengelolaan pasien. Biaya dalam pelayanan kesehatan memiliki arti yang sangat penting karena selain menjadi dasar untuk menentukan tarif pelayanan juga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan strategis guna memberi pelayanan yang efisien dan efektif bahkan mampu mengembangkan rumah sakit serta memberikan kepuasan dan kepercayaan bagi pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan biaya yang dihabiskan oleh pasien penderita DM peserta BPJS dan pasien umum rawat jalan dan rawat inap dan menghitung komponen biaya medik langsung apa saja yang menghabiskan biaya terbanyak pada pelayanan kesehatan pasien DM. Metode: Penelitian ini menggunakan data sekunder rekam medis dan bukti pembayaran dengan periode data retrospektif dan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Independent-Sample T Test untuk menghitung total biaya dan komponen biaya medis langsung yang menghabiskan biaya terbanyak pada pelayanan pasien diabetes melitus. Hasil: Perbedaan total biaya medik langsung yang dihabiskan oleh pasien BPJS dan pasien umum terdapat pada pelayanan rawat jalan kelompok non komplikasi (p=0,001) sedangkan pada kelompok komplikasi tidak terdapat perbedaan (p=0,21). Pada pasien rawat inap juga tidak terdapat perbedaan yang signifikan diantara keduanya baik pada kelompok komplikasi maupun kelompok non komplikasi (p=0,74 dan p=0,15). Perbedaan komponen biaya medik langsung pada pasien rawat jalan terdapat pada komponen biaya obat pada kelompok non komplikasi (p=0,001) dan pada pasien rawat inap pada komponen biaya tindakan medis kelompok non komplikasi (p=0,01), Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan total biaya pelayanan kesehatan pasien DM pada pasien rawat inap. Sedangkan pada pasien rawat jalan kelompok non komplikasi terdapat perbedaan antara pasien BPJS dan pasien umum. Biaya terbesar terdapat pada komponen biaya obat dan biaya terkecil pada komponen biaya pemeriksaan penunjang.
Background: Diabetes Mellitus (DM) has been a global health problem because of increase in its incidence and prevalence as shown in many epidemiological studies. The chronic nature of diabetes and its complications turns it into a high cost disease which makes it important to identify DM treatment cost to provide cost effective options in patient care. Cost in health care is a very important because aside of being the basis in determining cost, it is also could be considered in making strategic decision to provide effective and efficient service and even to develop hospital and provide satisfaction and building trust for patients. Aims: The study aimed to determine differences in the amount spent by BPJS and non-BPJS DM patients both in outpatient and inpatient care and calculating which part of medical cost components that cost patients the most. Methods: The study use secondary data from medical records and payment proof with retrospective period and the data collected then analyzed using Independent-Sample T Test to calculate total cost and component of direct cost that cost the most in DM patient care. Results: Difference in total direct medical cost spent by BPJS and non-BPJS outpatients found in non-complication group (p=0,001) while no difference found in complication group (p=0,21). Both complication and non-complication group in inpatient care doesn’t show significant difference in amount spent (p=0,74 and p=0,15). Difference of direct cost component in outpatient care found in medicine cost in non-complication group (p=0,001) and in inpatient care found in medical procedure cost of non-complication group (p=0,01). Conclusion: No total service cost difference found in DM inpatient care. While in non-complication group of outpatient care there are differences between BPJS and non-BPJS patients. The largest cost is in medicine component and the smallest cost is in examination component.
Kata Kunci : Biaya medik langsung, diabetes melitus, JKN