Laporkan Masalah

PERAN ORGANISASI KEPEMUDAAN DALAM MEMBANGUN KARAKTER PEMUDA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN PRIBADI PEMUDA (Studi Pada Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah)

PIPIT WIDIATMAKA, Prof. Dr. Agus Pramusinto, MDA; Prof. Dr. Kodiran, M.A

2016 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sukoharjo dalam membangun karkater pemuda dan implikasinya terhadap ketahanan peribadi. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan 5 (lima) teknik, yaitu wawancara mendalam, observasi, studi pustaka, internet, dan studi pustaka. Proses analisis data dalam penelitian ini, yaitu 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, dan 4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa peran Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sukoharjo dapat membangun karakter pemuda, namun belum bisa maksimal karena terdapat beberapa kendala, yaitu keuangan, koordinasi pengurus masih kurang, keaktifan pengurus masih kurang, terjadi kekosongan jabatan, dan kepentingan pribadi. Karakter yang dapat di bangun di organisasi tersebut, yaitu religius, tanggung jawab, disiplin, mandiri, kejujuran, amanah, peduli antar sesama, kerja sama, percaya diri, kreatif, pantang menyerah, kepemimpinan, toleransi, dan nasionalisme. Peran Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sukoharjo dapat berimplikasi pada ketahanan pribadi pemuda khususnya Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar), karena kegiatan yang lain tidak berjalan dengan efektif. Implikasi dari Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) dapat membangun kepribadian yang mandiri, kebersamaan, percaya diri, berpegang teguh pada prinsip, dinamis, kreatif dan pantang menyerah.

The purpose of this research was to know the role of the Branch Leader of Ansor Youth Movement in Sukoharjo Regency in building youth character and its implications towards personal resilience. The method that was used by the researcher in this research was descriptive qualitative method. There were 5 (five) data collecting techniques used, such as deep interview, observation, literature study, internet, and documentation. The data analyzing process used in this research were 1) collecting data, 2) reducing data, 3) presenting data, and 4) drawing conclusion. The result of this research showed that the role of the Branch Leader of Ansor Youth Movement in Sukoharjo Regency could build youth character, but not yet at its best level because of several constraints, namely financial condition, the lack of the management coordination, the lack of the management activeness, position vacuity, and personal interest. The characteristics which could be built in that organization were religious, responsible, discipline, independence, honesty, mandatory, empathy, cooperative, confidence, creativity, toughness, leadership, tolerance, and nationalism. The role of the Branch Leader of Ansor Youth Movement in Sukoharjo Regency could implicate in personal resilience of the young, especially in Basic Education and Training, because other activities didn�t work effectively. The implication of Basic Education and Training was that it could build several characteristics, such as independence, togetherness, confidence, heading towards ideology, dynamics, creativity, and toughness.

Kata Kunci : Organisasi Kepemudaan, Karakter Pemuda, Ketahanan Pribadi.

  1. S2-2016-372466-abstract.pdf  
  2. S2-2016-372466-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-372466-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-372466-title.pdf