Laporkan Masalah

Pengaruh Risiko Likuiditas Pada Kinerja Perbankan Umum Syariah dan Perbankan Umum Konvensional di Indonesia

DITYA KUSMANA PUTRA, Bowo Setiyono, S.E., M.Com., Ph.D.

2016 | Tesis | S2 Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh risiko likuiditas pada kinerja perbankan umum syariah dan perbankan umum konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan yang belum terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penulis Penulis menggunakan data panel dari 20 perusahaan perbankan selama periode tahun 2004-2014, sehingga didapatkan 200 observasi. Penelitian ini menggunakan pengujian panel least square model pool, model fixed effect, dan model random effect. Kemudian terpilih model terbaik yang didapat dari uji likelihood dan uji hausman. Maka didapatkan hasil pengujian perbankan syariah menggunakan model fixed effect sebagai model terbaik dan perbankan konvensional menggunakan model random effect sebagai model terbaik. Hasil regresi untuk kedua bank didapatkan tiga variabel berpengaruh signifikan pada kinerja perbankan konvensional dan tiga variabel tidak berpengaruh pada kinerja perbankan syariah, yaitu FDR/LDR, Cash Ratio, Liquidity Gap. Sedangkan satu variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja kedua perbankan, yaitu NPF/NPL. Hasil pengujian menunjukkan kedua perbankan mampu mengatasi risiko likuiditas dengan baik. Dilihat dari gap likuiditas yang ada, kedua perbankan tidak memiliki gap likuiditas yang besar dan keduanya mempunyai nilai coefficient yang negatif dan tidak mempengaruhi profitabilitas kedua perbankan. Perbankan konvensional diuntungkan dengan jumlah aset yang lebih besar dari perbankan syariah, sedangkan perbankan syariah diuntungkan dengan jumlah kas yang lebih besar dari perbankan konvensional, sehingga jika terjadi penarikan dana secara tiba-tiba oleh nasabah, perbankan syariah dapat lebih cepat mencairkan aset likuid yang ada. Sehingga pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perbankan syariah dapat lebih cepat mengatasi risiko likuiditasnya. Hal tersebut sesuai dengan teori trade off between liquidity and profitability dimana terdapat pertentangan antara likuiditas dan profitabilitas yang akan di hadapi oleh bank. Pada penelitian ini perbankan syariah lebih mengutamakan likuiditas dengan kas yang besar sehingga profitabilitasnya lebih kecil dari perbankan konvensional. Sedangkan perbankan konvensional lebih memilih profitabilitas yang besar sehingga tidak mempunyai cadangan kas yang cukup untuk mengatasi penarikan dana tiba-tiba oleh nasabah.

This study aim at examining the effect of liquidity risk on the performance of Islamic banking and conventional banking listed on Indonesia Stock Exchange and those which are not registered in Indonesia Stock Exchange. The author use panel data of 20 bank during the period of 2004-2014, so 200 observations were obtained. This study used the least squares pool model, fixed effect model and random effect model as the testing method. Then the best model was obtained from Likelihood test and Hausman test. The testing result prefer fixed effect model as the best model for Islamic banking and random effects models as the best model for conventional banking. From the regression results for both banks, it is revealed that there were three variables that significantly influence the performance of conventional bank and also there are three variables that not significantly affect islamic banks, namely FDR / LDR, Cash Ratio, Liquidity Gap. While one variable has significant effect on the performance of both banks, namely NPF / NPL. The test results show that both banks are able to overcome liquidity risks properly. Based on existing liquidity gap, both bank groups do not have large liquidity gap and their coefficient has negative value but not significantly affect toward profitability. The conventional bank is beneficially with bigger assets than Islamic banking, while Islamic banking is beneficially from the liquid asset (cash) that is bigger than conventional banking, and if there is sudden withdrawal from the customer, Islamic banking can be quicker in liquidating the available liquid assets. Therefore, in this research, we can conclude that Islamic bank can be quicker in resolving its liquidity risk. This is consistent with the theory of trade-off between liquidity and profitability where there is a conflict between liquidity and profitability that will be faced by the bank. In this research, Islamic banking tends to priotize the liquidity with large cash so that the profitability is smaller than conventional banking. Whereas, the conventional banking tends to priotize higher profitability so that it does not have sufficient cash to cope with sudden fund to fulfill withdrawal by customers.

Kata Kunci : Risiko Likuiditas, Kinerja Perbankan, Data Panel / Liquidity Risk, Banking Performance, Panel Data