KEJADIAN PENYAKIT SKABIES PADA HEWAN DI BBVET WATES PERIODE TAHUN 2007-2009
ANDYANTI MALARA W, drh. Ana Sahara, M. Si.
2016 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN SVSkabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang secara alami dapat menular dari hewan ke manusia. Penyakit skabies disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei dan Psoroptes sp. Parasit tersebut dapat menginfeksi semua mamalia dan juga manusia. Umumnya gejala klinis penyakit skabies sama pada tiap hewan yaitu gatal-gatal, hewan menjadi tidak tenang dan sering menggosok-gosokkan tubuhnya ke dinding kandang yang menimbulkan peradangan pada kulit. Dampak dari penyakit skabies yang tidak diobati menyebabkan penebalan dan pelipatan kulit yang disertai kerak. Penyusunan tugas akhir ini dilaksanakan di Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta, yaitu di Jalan Raya Yogya-Purworejo, yang berlangsung selama lima hari pada tanggal 22 Februari 26 Februari 2016. Tujuan penyusunan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kejadian kasus penyakit skabies pada tahun 2007-2009 yang diperiksa di Balai Besar Veteriner Wates di wilayah Jawa. Metode yang digunakan yaitu dengan cara pengumpulan data dari arsip di Perpustakaan dan Laboratorium Epidemiologi Balai Besar Veteriner Wates yang telah diperiksa oleh laborat di Laboratorium Parasitologi Balai Besar Veteriner Wates. Berdasarkan data yang diperoleh dari Balai Besar Veteriner Wates, angka persentase kejadian kasus penyakit skabies tertinggi pada tahun 2007 dan 2008 secara berturut-turut yaitu 60% dan 56,18% di provinsi D.I. Yogyakarta, dan pada tahun 2009 yaitu 37,70% di provinsi Jawa tengah. Angka persentase hewan positif skabies tertinggi tahun 2007 yaitu sebesar 62,5% pada hewan kambing, tahun 2008 yaitu sebesar 100% pada hewan marmut, kelinci dan anjing, dan tahun 2009 yaitu sebesar 100% pada hewan anjing dan kera.
Scabies is one of zoonotic disease that can naturally spread from animals to humans. The scabies disease cause by mite Sarcoptes scabiei and Psoroptes sp. The parasites can infect all mammals and humans. Generally, clinical sign of scabies disease is same in every animal such as itching, animals become restless and frequently rubbed his body to the cage wall that cause inflammation to the skin. The impact from the untreated scabies disease is causes a thickening and folding on the skin that accompanied with crust. The purpose of this final project was to determine the incidence of scabies disease case in 2007-2009 that examined at Center of Veterinary Wates in regional of Java. The method used was by collecting data from the archive in the Library and Epidemiology Laboratory at Center of Veterinary Wates which has been examined by the laboratory in Parasitology Laboratory at the Center of Veterinary Wates. Based on the obtained data from the Center for Veterinary Wates, the highest percentage numbers of incidence of scabies disease cases in 2007 and 2008 respectively was 60% and 56,18% in the province of D.I. Yogyakarta, and in 2009, was 37,70% in Central Java province. The highest animal percentage that positive of scabies disease in 2007 amounted 62,5% for goats, in 2008 reach 100% in guinea pigs, rabbits and dogs, and in 2009 was 100% in dogs and monkeys.
Kata Kunci : Skabies, Pengumpulan data, Balai Besar Veteriner Wates