Laporkan Masalah

Titik Firmantini

TITIK FIRMANTINI, Keyword: Flats, RTHP, livability, externalities, impact.

2016 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Perkembangan kota memiliki konsekuensi spasial yang memicu permasalahan ruang kota, sehingga dapat menurunkan livabilitas suatu kota. Permasalahan ruang kota yang sering terjadi misalnya permukiman kumuh dan minimnya ruang hijau maupun ruang publik. Rumah susun dan taman kota (RTHP) pun menjadi salah satu solusi untuk permasalahan tersebut dan diharapkan mampu meningkatkan livabilitas kota. Pada kota besar dengan kepadatan penduduk dan aktivitas yang tinggi, rumah susun dan RTHP dapat meningkatkan livabilitas secara efektif. Sedangkan pada kota kecil dengan kepadatan penduduk dan aktivitas yang rendah serta tidak memiliki permasalahan ruang kota yang krusial, tentunya urgensi kebutuhan rumah susun dan RTHP tidak seperti di kota besar. Perbedaan kepentingan kebutuhan rumah susun dan RTHP antara kota besar dan kota kecil menjadi hal yang menarik untuk mengetahui seperti apa pengaruh rumah susun dan RTHP di kota kecil dalam memengaruhi livabilitas terutama di kawasan sekitarnya dan apakah keduanya malah memberikan suatu eksternalitas tersendiri bagi kawasan sekitar? Penelitian ini menggunakan metode kuntitatif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu kuesioner dan in depth interview. Sedangkan teknik analisis menggunakan statistik (skala likert) dan analisis interaksi. Hasil penelitian ini yaitu bahwa Rusunawa dan Taman Lampion di Kota Klaten mampu menambah livabilitas di kawasan sekitarnya meskipun hanya pada aspek-aspek livabilitas tertentu, terutama Taman Lampion. Namun, ternyata keduanya memberikan eksternalitas tersendiri bagi masyarakat kawasan sekitar. Eksternalitas tersebut berupa eksternalitas negatif yaitu perubahan kondisi lingkungan sosial budaya karena terdapat penyalahgunaan Rusunawa dan Taman Lampion untuk kegiatan yang bertentangan dengan norma sosial yang berlaku di masyarakat. Meskipun keduanya mampu menambah livabilitas kawasan sekitar, eksternalitas negatif dirasakan jauh lebih penting untuk diperhatikan. Bagi masyarakat, lingkungan tempat tinggal yang baik adalah lingkungan tempat tinggal dengan kondisi sosial budaya yang baik dan sesuai norma yang berlaku agar membentuk kepribadian masyarakat yang baik dan tidak saling mengganggu satu sama lain. Kesimpulan penting yang dapat diambil yaitu untuk mencapai suatu kota yang nyaman atau liveable tidak hanya sekedar tersedia fasilitas yang lengkap, namun harus mempertimbangkan hal-hal lain agar dampak negatif yang tidak diinginkan dari fasilitas-fasilitas tersebut dapat diminimalisir. Hal yang harus diperhatikan antara lain supply-demand fasilitas, lokasi fasilitas dan penyediaan fasilitas dengan sistem bottom up (melibatkan masyarakat).

Development of the city have spatial consequences that triggered the problems of urban space, which can decrease the livability of the city. The problems of urban space that often happen are slums and the lack of green space and public space. Flats and parks or public green open space (RTHP) became one of the solutions to these problems and is expected that it can increase the livability of the city. In big cities with high density of populations and activities, flats and RTHP can improve the livability effectively. While on the small cities with low of populations and activity and have no crucial problems of urban space, of course, the urgency of the need flats and RTHP isn’t like in a big city. Different needs of flats RTHP between big cities and small towns be interesting to see what the effect of flats and RTHP in a small city in influencing livability especially for the neighborhood and do they even provide an externalities for the neighborhood? This study uses a quantitative-qualitative method. Data collection techniques are questionnaires and in-depth interviews. While statistical analysis uses statistical analysis techniques (Likert Scale) and interaction analysis. The results of this study is that rent flat and park in Klaten are able to add livability for the neighborhood though only on certain of livability’s aspect, especially the park. However, both of them provide the externalities for the community in that neighborhood. That externalities is negative externalities is that social and cultural changes in environmental conditions because there is abuse rent flat and park for activities that are contrary to the social norms prevailing in society. Although both are able to add livability of the neighborhood, negative externalities felt much more importance. For the community, the good neighborhood is a neighborhood with good socio-cultural conditions and appropriate with norms that form the personality of a good society and do not interfere each other. The important conclusion that can be taken that is to achieve a comfortable or liveable city not only provided facilities completely, but should consider other things that the unintended negative impacts of these facilities can be minimized. The thing should be considered, among others, the supply-demand facilities, location of facilities and the provision of facilities with a bottom-up system (involving the community).

Kata Kunci : Kata Kunci: Rusunawa, RTHP, livabilitas, eksternalitas, dampak.

  1. S1-2016-333645-abstract.pdf  
  2. S1-2016-333645-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-333645-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-333645-title.pdf