NEGOSIASI JASA KEUANGAN INDONESIA DALAM ASEAN AGREEMENT FRAMEWORK ON SERVICES: Studi Pada Jasa Reasuransi
RIO NURHASDY, Prof. Dr. M. Mohtar Mas'oed
2016 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan InternasionalNegosiasi AFAS merupakan negosiasi di tingkat regional yang membahas mengenai liberalisasi jasa keuangan, secara spesifik juga membahas hal-hal seputar lembaga keuangan non bank seperti jasa reasuransi. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana posisi dan strategi Indonesia dalam negosiasi jasa keuangan AFAS di sektor reasuransi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan eksplanatory. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalam terhadap negosiator AFAS dan pelaku asuransi/reasuransi domestik, beserta dengan studi literatur terkait dengan negosiasi AFAS. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1. Indonesia cenderung protektif terhadap liberalisasi jasa asuransi/reasuransi dan tidak mengoptimalkan peluang untuk melakukan ekspansi di AFAS, karena secara domestik sektor tersebut masih perlu dibenahi dari segi tata kelola ataupun aturan. Adapun desakan para pelaku asuransi/reasuransi untuk melakukan proteksi juga menjadi pertimbangan; 2. Praktik policy space menjadi taktik Indonesia saat bernegosiasi dengan negara ASEAN lain untuk menjaga tingkat komitmeni yang dimilki, tidak lebih tinggi dari komitmen yang dibuat di WTO; 3. Diketahui dari seluruh sektor yang dinegosiasikan di AFAS, tidak seluruh anggota ASEAN memiliki kepentingan pada tiap sektor yang dinegosiasikan dan cenderung menjaga tingkat komitmen jasanya, hal ini didukung oleh skema ASEAN minus-X yang memberi kelonggaran anggota ASEAN untuk tidak memberikan komitmen jasa.
AFAS negotiation is a regional-level negotiation that concern on financial service liberalization, in specific it discuss any things related on non-bank financial institution such as reinsurance services. This thesis is intended to know about Indonesia position and strategy in AFAS financial service negotiation in reinsurance sector. This research use qualitative method with explanatory approach. The method in collecting data is in depth interview to AFAS negotiator and domestic insurance/reinsurance actor, also with literature study related to AFAS negotiation. Based on data analysis, result from the research show several things such: 1. Indonesia tend to protective in insurance/reinsurance service liberalization and will not optimize expansion chances in AFAS, due to domestic sector condition still need a revamp in parts of the governance and regulation. Yet, insurance/reinsurance aspiration to do protection also become the consideration; 2. Policy space practice becomes Indonesia tactics in negotiating with other ASEAN country to keep the commitment level owned, to be not higher than existing commitment in WTO; 3. It is known from every sector that negotiated in AFAS, not every ASEAN member do have interest on each sector negotiated and tend to keep their service commitment level. It is supported by ASEAN Minus-X scheme that give looseness to ASEAN member to not give service commitment.
Kata Kunci : AFAS, Negosiasi, Komitmen jasa, Kepentingan domestik