Laporkan Masalah

Hubungan Rasionalitas Pengobatan dan Outcome Klinis Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Disertai Hipertensi di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Panembahan Senopati Yogyakarta

NURUL FATIMAH, Dr. Ika Puspita Sari, M.Si., Apt;Dr. drg. Dibyo Pramono, SU., MDSc.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Pengobatan dikatakan rasional bila pasien menerima obat yang tetap sesuai dengan kebutuhan klinisnya, dengan dosis yang sesuai, dalam jangka waktu pengobatan yang cukup dan dengan biaya seminimal mungkin bagi pasien dan komunitasnya. Hipertensi merupakan komorbid yang paling sering ditemukan pada pasien DM. Penyakit ini merupakan faktor resiko terhadap terjadinya komplikasi kardiovaskuler maupun mikrovaskuler pada pasien DM. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antidiabetika dan antihipertensi, dan melihat hubungan antara kerasionalan pengobatan terhadap outcome klinis pada pasien. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan desain kohort retrospektif mengenai evaluasi rasionalitas pengobatan terhadap outcome klinis pada pasien dengan penyakit DM tipe 2 disertai hipertensi. Studi kohort retrospektif dilakukan dengan menggunakan dua kelompok yaitu kelompok pasien yang mendapatkan penggunaan antidiabetika dan antihipertensi rasional dan kelompok pasien yang mendapatkan penggunaan antidiabetika dan antihipertensi tidak rasional. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi di evaluasi rasionalitas penggunaan antidiabetiknya dengan metode 4T yaitu (tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis), kemudian dicatat outcome klinik dari terapinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalitas penggunaan obat antidiabetika dan antihipertensi di poliklinik penyakit dalam RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta bulan Juni – Agustus 2015 dilihat dari kriteria 4T yaitu : tepat indikasi sebesar 98%, tepat obat sebesar 100%, tepat dosis 85% dan tepat pasien 97%. Pada penelitian ini, persentase karakteristik rasionalitas yaitu kategori rasional yang mencapai outcome klinis yang telah ditentukan 56%, kategori tidak rasional yang mencapai outcome klinis adalah 15%.

Treatment is said to be rational if the patient received the drug were fixed according to their clinical needs, with an appropriate dose, the treatment period is sufficient and at minimum cost to patients and their communities. Comorbid hypertension is most often found in patients with diabetes mellitus. This disease is a risk factor for cardiovascular and microvascular complications in diabetic patients. The purpose of the study was to assess the rationality of antidiabetic and antihypertensive, and the relationship between rationality of treatment on clinical outcome in patients. This study is an observational study using a retrospective cohort design rationality regarding the evaluation of treatment on clinical outcome in patients with type 2 diabetes with hypertension. Conducted a retrospective cohort study using two groups of patients receiving antihypertensive anti diabetic therapy and rational and the group of patients receiving antihypertensive anti diabetic therapy and irrational. Patients who met the inclusion criteria in evaluating the rationality of the use anti diabetic with 4 Right method, then recorded clinical outcome of therapy. The results showed that the rationality of drug use anti diabetic and antihypertensives in the polyclinic disease in Panembahan Senopati hospital in Bantul Yogyakarta June - August 2015 views of criteria 4T namely: precise indication of 98%, the right drug at 100%, the exact dose 85% and the right of patients 97 %. In this study, the percentage of rationality that is characteristic of rational categories which achieve clinical outcome predetermined 56%, reaching the category of irrational clinical outcome was 15%.

Kata Kunci : Rasionalitas pengobatan, outcome klinis, DM tipe 2 disertai Hipertensi