Laporkan Masalah

PERAN PEMUDA DALAM MEMBANGUN KETAHANAN WILAYAH PASCA PENGGABUNGAN KELURAHAN (Studi pada Karang Taruna Tunas Sejati Kelurahan Pasirkratonkramat Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan Provinsi Jawa Tengah)

MUHAMMAD SALISUL K, Prof. Dr. Agus Pramusinto, MDA; Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si, M.Si

2016 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Intisari Penelitian ini bertujuan membahas peran pemuda Karang Taruna Pasirkratonkramat dalam membangun ketahanan wilayah pasca penggabungan kelurahan. Penggabungan karang taruna diikuti dengan penggabungan karakter wilayah yang berbeda, sehingga membutuhkan persepsi yang sama untuk mempersatukan dan membentuk program kerja bersama. Karang taruna juga terkendala pada ketegasan kebijakan pemerintah yang berencana mengembalikan penggabungan kelurahan seperti sebelumnya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, yaitu dengan wawancara mendalam, observasi dan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu menggunakan sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data penelitian melalui tiga alur, yaitu reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan kelurahan berdampak pada penggabungan karang taruna yang diikuti dengan penggabungan karakter masing-masing wilayah berbeda. Karang taruna belum memiliki program kerja yang akan dilakukan bersama, serta masih menginduk pada lembaga pemberdayaan masyarakat dan karang taruna kota dalam menjalankan perannya untuk membangun ketahanan wilayah. Penyelenggaraan Posko Banjir dan Dapur Umum menjadi kegiatan bersama yang terjadi secara insidental. Sementara itu, Karang Taruna Pasir Sari belum optimal bergabung, karena menjalakan Usaha Ekonomi Produktif yang dikelola sendiri. Karang taruna belum efektif bergabung pasca penggabungan wilayah. Namun, karang taruna tetap membangun kebijakan pemerintah dan berupaya membuat program kerja bersama pengurus baru.

Abstract This aim of this study was to examine the role of youth in Karang Taruna Pasirkratonkramat that builded regional resilience after the integration of the regions. This case was followed by the integration of different character of the region, thus requiring the same perception to unite and form a joint work program. Karang Taruna was also constrained in government policy decisiveness that planed to restore the integration of the regions as before. This research used a qualitative approach as the only method and gatherd both of primary and secondary data, with in-depth interviews, observation and literature study. Sampling technique used purposive sampling, which used samples in accordance with the purpose of research. Data analysis technique of research werw consist of three ways namely reduction, presentation, and verification of data. The results showed that the integration of the regions had an impact on karang taruna merger that followed by the integration of the different character of each region. The new karang taruna did not have any work programs that would be resiliency. The implementation of Post Flood and Public Kitchen became joint activities that only occured incidentally. The joint of Pasir Sari youth community was not optimal yet, because the Productive Economic Enterprises run the self-managed. Karang taruna has not effectively joined after the integration of the regions. However, karang taruna continued to support the government's policies and attempted to make the work program with the new board.

Kata Kunci : peran, penggabungan, karang taruna, ketahanan wilayah

  1. S2-2016-370932-abstract.pdf  
  2. S2-2016-370932-tableofcontent.pdf  
  3. S2-2016-370932-title.pdf