Laporkan Masalah

Praktik Homeschooling Sebagai Pendidikan Alternatif di Indonesia Studi Kasus di Komunitas Sekolah Dolan Malang

SUSVI TANTORO, S.SOS., Dr. M. Supraja

2016 | Tesis | S2 Sosiologi

Penelitian ini melakukan kajian tentang praktik penyelenggaraan homeschooling pada Komunitas Sekolah Dolan Malang dengan akumulasi modalmodal sosial untuk tercapainya eksistensi dan daya saing ditengah persaingan praktik pendidikan alternatif dan berbagai tekanan sebagai penyelenggara pendidikan informal-nonformal. Penelitian ini mengidentifikasi fenomena habitus dan modal sosial di Komunitas Sekolah Dolan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Secara spesifik peneliti menggunakan pendekatan studi kasus (case study). Metode pengumpulan data penelitian ini yaitu melalui wawancara, observasi, dan pengumpulan data-data sekunder dari Komunitas Sekolah Dolan dan sumber-sumber lain yang relevan. Analisis studi ini menggunakan konseptual tentang praktik, habitus dan modal yang meliputi modal ekonomi, modal sosial, modal kultural, dan modal simbolik dari Pierre Bourdieu, serta teori-teori sosiologi pendidikan dengan mengambil intisari pendidikan sebagai pembebasan dan pendidikan sebagai pemberdayaan. Habitus dan modal sosial dianalisis peranannya dalam praktik penyelenggaraan pendidikan dalam upaya membertahankan sebuah eksistensi dan daya saing di Komunitas Sekolah Dolan. Teori Bourdieu digunakan untuk menganalisis habitus dan modal sosial sebagai pendukung praktik penyelenggaraan dan strategi eksistensi. Teori pendidikan Freire, Illich, Montessori, Holt dan Dewey digunakan untuk menganalisis metode pembelajaran sebagai bagian dari praktik penyelenggaraan homeschooling di Komunitas Sekolah Dolan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa habitus dan akumulasi modal sosial di Komunitas Sekolah Dolan memberikan peran penting dalam menunjukkan eksistensi dan daya saingnya. Hal ini dapat dilihat pada kemampuannya mewujudkan pembelajaran yang fleksibel, inklusif yang berorientasi pada pengembangan minat dan bakat siswa. Habitus dan modal sosial yang dibangun oleh Komunitas Sekolah Dolan melalui pengelola, pengurus, dan para tutor sampai saat ini menjadi strategi investasi simbolik untuk pengakuan sosial atas jati diri Komunitas Sekolah Dolan sebagai penyelenggara homeschooling. Penelitian ini juga menemukan bahwa reputasi, dan kemampuan mengelola modal (modal ekonomi, sosial, kultural, dan simbolik) dari pengelola yang kompeten serta kemampuan dalam membangun jaringan kemitraan dan menjaga kepercayaan secara internal maupun eksternal Komunitas Sekolah Dolan, membuat jajaran pemerintah pusat melalui Puskur, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kota Malang, serta masyarakat pemerhati homeschooling memiliki pandangan positif kepada Komunitas Sekolah Dolan, meskipun secara khusus Komunitas Sekolah Dolan tidak memiliki modal sebagaimana yang dimiliki oleh penyelenggara pendidikan formal. Intinya adalah pemeliharaan habitus melalui praktik pembelajaran ditambah dengan kepiawaian pengelola dalam mengakumulasi modal (modal ekonomi, sosial, kultural, dan simbolik) akan semakin memudahkan Komunitas Sekolah Dolan mendapatkan pengakuan sosial.

This research aims to examine the practice of homeschooling at Komunitas Sekolah Dolan Malang which has accumulated social capital to maintain the existence and competitive advantage in competition of alternative education and various pressures on the school as an organization on informal and nonformal education. The research used qualitative case study approach to identify the habitus phenomenon and social capital at Komunitas Sekolah Dolan. The data collection methods are interview, observation, and also secondary data collection from Komunitas Sekolah Dolan and other relevant resources. The analysis of the research used concept of practice, habitus, and capital which consists of economic capital, social capital, cultural capital, and symbolic capital of Pierre Bourdieu, and also educational sociology theories whose core concepts are education as liberation and education as empowerment. The research analyzed the role of habitus and capital in the practice of education administration of Komunitas Sekolah Dolan in effort to maintain the existence and competitive advantage. Bourdieu�¢ï¿½ï¿½s theory was used to analyze habitus and social capital as the support of the practice of administration and existence strategy. Education theories of Freire, Illich, Montessori, Holt, and Dewey were used to analyze the learning method as a part of the practice of homeschooling administration at Komunitas Sekolah Dolan. The result of the research shows that habitus and social capital accumulation of Komunitas Sekolah Dolan play a significant role in effort to maintain the existence and competitive advantage. It was identified from its capability to bring a flexible, inclusive, and students�¢ï¿½ï¿½ interests and talents oriented learning into its practice. Habitus and social capital built by Komunitas Sekolah Dolan through its managing board and tutors, has become its symbolic investment strategy to gain social recognition for the organization as a homeschooling administrator. The research also found that reputation and the capability of competent members of managing board to manage capital (economic, social, cultural, and symbolic capital), and the capability to build partnership network and to maintain internal and external trust, have made central government (through Curriculum Centre), local government (through Education Office of Malang City), and homeschooling enthusiasts, have a positive view of Komunitas Sekolah Dolan, regardless that Komunitas Sekolah Dolan does not have such sufficient capital as formal education organizations have. The conclusion is that the habitus which Komunitas Sekolah Dolan has maintain through learning practice and the capability of the members of managing board of the organization in accumulating capital (economic, social, cultural, and symbolic capital) really help the organization gain social recognition.

Kata Kunci : homeschooling, social capital

  1. S2-2016-290629-abstract.pdf  
  2. S2-2016-290629-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-290629-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-290629-title.pdf