Penerapan Unsur-Unsur Komunikasi Instruksional Di Sekolah Luar Biasa (Stdi Kasus Terhadap Penerapan Unsur-Unsur komunikasi instruksional Pada Kelas Vocational Di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Yogayakarta
ERNI SEPTI SUSANTI, Prof. Nunung Prajarto, M. A., Ph. D.; Dr. Muhammad Sulhan, M. Si.
2016 | Tesis | S2 Ilmu KomunikasiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur-unsur komunikasi instruksional yang diterapkan dalam proses pembelajaran program keterampilan pada siswa tunagrahita ringan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus (case study) dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini berasal dari masing-masing kelas keterampilan, meliputi 9 (sembilan) guru pendamping dan 9 (sembilan) siswa tunagrahita ringan. Adapun metode dalam pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dimana setelah data dikumpulkan kemudian data dianalisis sehingga dapat ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran keterampilan yang berlangsung di SLB Pembina Yogyakarta menggunakan komunikasi interpersonal dan tindakan langsung melalui praktek dimana proses pembelajaran hampir sama dengan SMK, sedangkan unsur-unsur komunikasi instruksionalnya sesuai dengan formula proses komunikasi yang dikemukakan oleh Harold D Laswell meliputi guru sebagai komunikator, materi keterampilan sebagai pesan, siswa tunagrahita sebagai komunikan, peralatan keterampilan sebagai media atau saluran, dan hasil karya siswa sebagai hasil pembelajaran keterampilan atau umpan balik. Adapun hambatan yang dialami selama proses pembelajaran keterampilan berasal dari guru, siswa, dan pengelolaan pembelajaran.
This research aims to analyze the instructional communication elements which applied on vocational class for mild mental retardation in special school of Negeri Pembina Yogyakarta. This research was used the case study method with qualitative approach. The informants of this study were 9 teachers and 9 students for all vocational class. The data was collected through observation, interviews, and documentations. Analysis of the data used descriptive analysis which after the data was collected than the data was analyzed to get the conclusions. The result show that the process of vocational learning in SLB Pembina Yogyakarta used interpersonal communication and direct practice which the learning process same as SMK (Vocational High School), while the instructional communication elements used the process communication from Harold Laswell include the teacher as communicator, the material skills as a message, the students as a communicant, equipment or skills as a media channel, and the students' work as a result of learning the skills or feedback. The constraints experienced during the learning process skills came from teachers, students, and learning management.
Kata Kunci : unsur-unsur komunikasi isntruksional, pembelajaran keterampilan, hambatan pembelajaran keterampilan