Developing a knowledge strategy to obtain sustainable competitive advantage of Golf Graha Famili
TAMBUNAN, Yosafat Elyan, Dr. Hani Handoko, MBA
2003 | Tesis | Magister ManajemenSaat ini, knowledge menjadi salah satu sumber daya strategik yang harus diusahakan oleh organisasi. Sudah banyak inisiatif yang diambil untuk mengembangkan dan mengekploitasi knowledge organisasional namun tidak terhubung secara eksplisit dengan stra tegi bisnis organisasi itu sendiri. Pada perkembangannya, inisiatifinisiatif knowledge management dilihat hanya sebagai proyek sistim informasi. Perhatian utama pada usaha ini adalah pengembangan aplikasi-aplikasi baru dari teknologi informasi untuk mendukung digital capture, storage, retrieval dan distribusi dari sebuah dokumen knowledge yang terdapat dalam organisasi. Sementara para manajer percaya bahwa keuntungan &ate& dapat datang dari mengetahui lebih banyak daripada yang diketahui pesaing, mereka tidak dapat menjabarkan secara eksplisit bagaimanakah hubungan antara knowledge dan strategi. Thesis ini menyediakan rerangka untuk membuat hubungan tersebut dan untuk menilai posisi kompetitif organisasi yang berasal dari sumber daya dan kemampuan (resources and capabilities) perusahaan. Organisasi disarankan untuk melakukan analisa SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, and fhreafs) yang berdasarkan knowledge (K-SWOT analysis), dengan mempetakan sumber daya dan kemampuan knowledge mereka terhadap kesempatan dan ancaman strategik untuk memahami lebih baik kekuatan dan kelemahan mereka. Pemetaan knowledge membutuhkan pengelompokkan knaoledge berdasarkan kemampuan yang ada untuk mendukung posisi kompetitif perusahaan. Oleh karena itu knowledge dapat dikatergorikan menjadi core, adzianced dan innovative. Analisa diatas akan menimbulkan dua knowledge gaps. Gap yang pertama disebut internal knowledge gap, adalah gap yang timbul setelah membandingkan apa yang seharusnya diketahui perusahaan dengan apa yang sedang diketahui perusahaan. Ini mewakili kekuatan dan kelemahan knodedge (knozuledge strengths and weakenesses) atau analisa K-SW. Gap yang kedua disebut external knowledge gap, adalah gap yang timbul setelah membandingkan apa yang sedang diketahui perusahaan dengan apa yang diketahui para pesaing. Ini mencerminkan kesempatan dan ancaman knowledge (knowledge opportunities and threats) atau K-OT. Tahap berikut dalam rerangka ini adalah menilai kemampuan pembelajaran yang dimiliki organisasi dalam usahanya menyelaraskan knozoledge yang ada dengan strategi perusahaan. Dengan melakukan penilaian strategik dari sumberdaya dan kemampuan knowledge perusahaan, organisasi diharapkan dapat menentukan jenis knowledge yang harus dikembangkan atau diakuisisi. Untuk memberikan fokus strategik pada knowledge management, inisiatif-inisiatif knowledge management perusahaan harus diarahkan pada upaya untuk menutup knowledge gap yang timbul.
Recently, knowledge is becoming one strategic resource that organization should pursue. However, many initiatives being undertaken to develop and exploit organizational knowledge are not explicitly linked to the organization’s business strategy. In fact, knowledge management initiatives are viewed primarily as information systems projects. The primary focus of these eflorts has been on developing nm applications of information technology to support the digztal capture, storage, retrieval and distribution of an organization’s explicitly documented knowledge. While managers believe that strategic advantage can come from knaving more than competitors knav, they are unable to explicitly articulate the link between knowledge and strategy. This thesis provides aframework for making that link and for assessing an organization‘s competitive position regarding its intellectual resources and capabilities. Organization should perform a knowledge-based SWOT (strengths, weaknesses, opportunities and threats) analysis, mapping their knavledge resources and capabilities against their strategzc opportunities and threats to better understand their points of advantage and weakncsses. Knowledge mapping requires categorizing knowledge by its capability to support competitive position. Knowledge then can be classified according to whether it is core, advanced or innovative. The analysis reveals two knowledge gaps. Thefirst gap is internal knowledge gap as result of comparing what organization should know with what organization knows, it represents the knowledge strengths and zueaknesses (Sw) of a K-SWOT. The second one is external knowledge gap, as result of comparing what organization knows with what competitors know. It represents the knoudedge opportunities and threats (O’r) of a K-S WOT. The next sfep is to eoaluate organizafional learning cnpabilities tmiards realign its existing knowledge relative to its intended strategy. Having performed a strategic evaluation of its knoudedge-based resources and capabilifies, an organization can determine which knacdedge should be developed or acquired. To glue krioudedge management a strategic focus, the firm’s knmidedge manageincnf inifiafioes should be directed fou7ard closing this sfrategic knmuledge gap-
Kata Kunci : Strategi Perusahaan,Knowledge Management,knowledge management, corporate strategy, SWOT analysis, resources and capabilities, learning capability, tacit knowledge, explicit knowledge