Laporkan Masalah

Efisiensi Agroindustri Gula Semut di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta

DIAN ESWIN WIJAYANTI, Dr. Ir. Slamet Hartono, SU., M.Sc; Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS

2016 | Tesis | S2 MANAJEMEN AGRIBISNIS

Agroindustri adalah kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku untuk diolah lebih lanjut menjadi produk akhir dan dilakukan pengemasan, penyimpanan sampai distribusi ke konsumen. Kelapa (Cocos nucifera) merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki potensi pasar cukup baik di Kabupaten Kulon Progo. Selain dipasarkan dalam bentuk segar, pohon kelapa juga menghasilkan nira yang sangat potensial bila diolah lebih lanjut menjadi gula semut untuk meningkatkan nilai ekonomisnya mengingat karakteristik dari komoditas pertanian sehingga adanya agroindustri di daerah tersebut dapat mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada pada produk pertanian melalui produksi yang efisien. Efisiensi produksi diperoleh apabila input dan output yang ada dapat digunakan secara optimal. Sehingga dapat memberikan keuntungan bagi pelaku agroindustri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis biaya dan pendapatan agroindustri gula semut (2) menganalisis efisiensi produksi agroindustri gula semut, (3) menganalisis faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi efisiensi produksi gula semut. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yang didukung dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kokap kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta dengan jumlah sampel 100 responden yang diambil secara acak. Data efisiensi produksi agroindustri gula semut diperoleh melalui Data Envelopment Analysis (DEA) dengan mengelompokkan menjadi 30 Decision Making Unit (DMU). Pengelompokan dilakukan berdasarkan jumlah bahan baku (nira) yang digunakan. Sedangkan regresi linier menggunakan model Ordinary Least Square (OLS) digunakan untuk menganalisis faktor-faktor manajemen yang mempengaruhi efisiensi produksi agroindustri gula semut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan agroindustri sebesar Rp 1.846.920 per bulan lebih tinggi dibandingkan dengan Upah Minimum Kabupaten Kulon Progo sebesar Rp 1.268.870 per bulan. Produksi pada agroindustri gula semut lebih banyak yang belum efisien sebanyak 28 DMU (93,33%) dan produksi yang efisien hanya 2 DMU (6,67%). Faktor manajemen yang berpengaruh terhadap efisiensi produksi agroindustri gula semut antara lain umur petani pengrajin, pengalaman menderes, dan pengalaman mengolah gula semut. Sedangkan faktor manajemen yang tidak berpengaruh terhadap efisiensi produksi adalah tingkat pendidikan petani pengrajin dan jumlah anggota keluarga.

Agriculture industry is the activity using agriculture product as raw material by further process become the result product and is conducted by packaging, saving to the distributor toward consumer. Coconut (Cocos Nucifera) is one of agriculture commodity that has good potential market in Kulon Progo. Besides sold as a fresh product, coconut tree also produced nira (liquid from palm tree) that is quite potential if it is further process become brown sugar (brown sugar) to increase economic value from the characteristic of agriculture commodity. Thus, agriculture industry in that region could overcome the weaknesses of agriculture product through efficient production. The efficiency of production is obtained if input and output is used optimally so that it is able to give the advantage for agent of agriculture industry. This research is aimed to (1) analyze cost and net revenue of brown sugar agriculture industry (2) analyze production efficiency of brown sugar agriculture industry, (3) to analyze managerial factors which affecting production efficiency of brown sugar. Basic research method which is quantitative approach supported by qualitative approach. The research is conducted in sub-district of Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta with 100 respondents that is randomly chosen. Data of production efficiency on agriculture industry of brown sugar is obtained through Data Envelopment Analysis (DEA) by classifying into 30 Decision Making Unit (DMU). The classification is conducted based on the amount of raw material which used, while linier regression is using for Ordinary Least Square (OLS) that is used to analyze external factors which affect production efficiency on agriculture industry of brown sugar. The result of research shows that the net revenue of brown sugar agriculture industry higher in the amount of Rp 1.846.920 per month than distric minimum wage of Kulon Progo amount to Rp. 1.268.870 per month. The production on agriculture industry of brown sugar is more inefficient that is 28 DMU (93,33%) and the efficient production is only 2 DMU (6,67%). The managerial factor affected toward production efficiency of brown sugar agriculture industry are the age of farmer and the experience of flow quickly. While managerial factor not affected toward production efficiency of brown sugar agriculture industry are farmers education and the number of family members.

Kata Kunci : efisiensi produksi, agroindustri, gula semut, Data Envelopment Analysis (DEA), Kulon Progo