Efisiensi Usahatani Pekarangan di Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta
EKALIA YUSIANA, Dr. Ir. Slamet Hartono, M.Sc; Prof. Dr.Ir. Irham, M.Sc
2016 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenggunaan lahan di Kabupaten Kulon Progo terdiri atas dua yaitu lahan sawah dan lahan bukan sawah namun masih belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui Kerapatan, dominansi, frekuensi dan Indeks Nilai Penting, menganalisis dan membandingkan tingkat efisiensi relatif usahatani pekarangan antara petani KRPL dan non KRPL serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi sumber inefesiensi usahatani. Analisis data yang digunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dan analisis vegetasi. Hasil analisis kerapatan pada tanaman pekarangan petani program KRPL yaitu 7.934% tanaman kacang panjang, sedangkan Frekuensi sebesar 20,91% tanaman rambutan. Dominansi tanaman pekarangan yaitu kacang panjang sebesar 4% dari 48 jenis tanaman yang dibudidayakan. Petani yang tidak mengikuti KRPL dapat disimpulkan bahwa tanaman yang dibudidayakan berjumlah 37 jenis tanaman dengan persentase kerapatan 12.05% tanaman tomat, 16,86% frekuensi tanaman kelapadan dominansi 16.86% tanaman rambutan. Indeks Nilai Penting yang dihitung sebesar 4% yang didominasi oleh tanaman kacang panjang untuk KRPL dan 3.88% olehtomat. Petani yang mengusahakan tanaman pekarangan program KRPL dan yang tidak mengikuti program KRPL rata-rata efisiensinya adalah sama yaitu dibawah satu sebesar 0.73% untuk petani KRPL dan 0.70 petani non KRPL. Penggunaan input berlebihan pada variabel Tenaga Kerja, Biayadan Luas Lahan sehingga harus dilakukan penyesuaian yaitu jumlah tenaga kerja yang digunakan harus dikurangi sebesar 34%, Biaya usahatani sebesar 34%, dan luas lahan sebesar 33% petani KRPL dan untuk petani non KRPL sebesar 30% tenaga kerja, 28% biaya dan 45% luas lahan. Pada pendekatan output harus dilakukan penyesuaian dengan penambahan output sebesar0.764% produksidan1.163% pendapatan untuk petani KRPL sedangkan petani non KRPL sebesar 0.745% produksidan 1.187% pendapatan.
Land usage in Kulonprogo Regency consists of two that is paddy field and non-paddy field but not used optimally.This study was aimed to determine density, dominance, frequency and importance value index, analyze and compare the relative efficiency and determining the factors that become a source of yard farming inefficiency. The research method used was the analysis of DEA and and vegetation analysis.The results of the density analysis farmers KRPL program is 7934% long bean crop, frequency 20,91% is rambutan, while the dominance of plants are long beans is 4% of the 48 species. Non KRPL farmers can be concluded that the cultivated plants is 37 species of plants with 12:05% density of tomato, oil plants frequency 16.86% and 16.86% rambutan. Important Value Index is calculated at 4% long bean and 3.88% tomatoes. relative efficiency kKRPL farmers and non KRPLis 0.73% and 0.70%.use of input on the variables of labor, cost and land area. They should be adjusted with the number of workers who used to be reducedby 34%, farming cost by 34%, and the land area of 33% farmers KRPL and farmers non KRPL by 30% labor, 28% the cost area 45%. The output approach must be adjusted with the addition of output production by 0764% and 1163% of income for KRPL farmers, non KRPL farmers by 0745% production and 1187% for income.
Kata Kunci : farming efficiency, DEA, KRPL