Laporkan Masalah

EVALUASI STRATEGI DISTRIBUSI BERDASARKAN KINERJA KEUANGAN (KASUS PADA PT X DI TITIK DISTRIBUSI KOTA TUBAN)

DONNY SUBIYANTORO , Ertambang Nahartyo, M.Sc, Ph.D

2016 | Tesis | S2 Manajemen

Salah satu ukuran perusahaan untuk dapat disebut sebagai pemenang adalah semakin cepat tenggat waktunya, terutama dalam hal strategi marketing. Salah satu elemen penting dalam aktivitas marketing adalah distribusi. Penguasaan jalur distribusi produk di suatu wilayah geografis menjadi salah satu landasan bagi perusahaan untuk dapat memenangi persaingan. Menindaklanjuti hal tersebut, PT X, perusahaan besar food and beverage di Indonesia mengubah strategi distribusinya dengan mengambil alih distribusi produknya dari subdistribusi. Namun, hal ini mengakibatkan masalah pada pencapaian kinerja keuangan perusahaan. Berdasarkan kondisi tersebut, dilakukan kajian berkaitan dengan keuntungan dan kerugian yang diperoleh perusahaan pada saat perusahaan menggunakan subdistribusi dibandingkan saat perusahaan mengelola sendiri distribusinya. Penelitian diawali dengan pengambilan data profil perusahaan, data sales dan laba perusahaan. Sedangkan pencapaian kinerja keuangan dianalisis dengan rasio laba dibandingkan pencapaian sales perusahaan. Berdasarkan rasio pencapaian kinerja keuangan, dilakukan analisis SWOT terhadap opsi yang menguntungkan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan rasio laba dibandingkan sales lebih tinggi saat perusahaan menggunakan subdistribusi. Hal ini karena pada saat menggunakan subdistribusi, perusahaan akan memiliki strength dan opportunity yang sangat bagus walaupun ada beberapa weakness dan threat yang dialami perusahaan. Namun, weakness dan threat tersebut dapat diminimalisasi, apalagi jika ditunjang dengan penerapan empat strategi yang telah disusun peneliti, yaitu strategi strength-opportunity (SO), strategi strength-threat (ST), strategi weakness-opportunity (WO), dan strategi weakness-threat (WT), yang memberikan solusi bagi perusahaan dalam mengatur dan membantu subdistribusi dalam hal pemasaran produknya.

One measure of a company to be called a winner is faster deadlines, particularly in terms of marketing strategy. One important element in marketing activity is distribution. The importance of controlling product distribution channels in a geographical region is one of the cornerstone for the company to be able to win the competition. Following up on this, PT X, a large food and beverage company in Indonesia changed its distribution strategy by taking over its own product distribution from subdistribution. However, this became company’s financial performance achievement problem. Under these conditions, a study related to company’s profit and loss at the time the company used subdistribution or managed their own distribution has been done. The study began with company profile, sales, and corporate profit data retrieval. Financial performance was analyzed by comparing profit ratio to corporate sales. Based on financial performance ratios, SWOT analysis of profitable options for the company was done. The result showed that company’s sales profit ratio while using subdistribution was higher. This was because while using subdistribution, the company would have very good strengths and opportunities although there were also some weaknesses and threats. However, weaknesses and threats could be minimized, especially if they were supported by the application of four strategies that have been prepared by the researcher, namely strength-opportunity strategy (SO), strength-threat strategy (ST), weakness-opportunity strategy (WO), and weakness -threat strategy (WT), that provided a solution for the company to manage and help subdistribution in marketing their products.

Kata Kunci : pemasaran, food and beverage, distribusi, subdistribusi, SWOT