Laporkan Masalah

PROSES ADAPTASI ALIH FUNGSI MUSEUM BERBASIS BANGUNAN CAGAR BUDAYA KOLONIAL CONTOH KASUS : MUSEUM BENTENG VREDEBURG, YOGYAKARTA

SARA KUSUMAWARDHANI, Dr. Tular Sudarmadi, MA

2016 | Tesis | S2 Ilmu Arkeologi

Penelitian ini membahas tentang perubahan pada bangunan cagar budaya kolonial yang mengalami proses adaptasi alih fungsi menjadi museum modern sesuai dengan paradigma museum baru yang berfokus pada pengunjung. Fenomena adaptasi bangunan bersejarah menjadi fungsi lain, seperti museum, telah banyak dilakukan di luar negeri. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk mempertahankan keberlanjutan eksistensi bangunan tersebut. Museum Benetng Vredeburg adalah salah satu museum yang menggunakan bangunan dengan fungsi asal benteng pertahanan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola adaptasi alih-fungsi secara arsitektural serta faktor-faktor yang memperngaruhinya. Transformasi Benteng Vredeburg terjadi dalam beberapa periode. Dimulai dari masa VOC, Benteng Vredeburg secara total kehilangan fungsi militer dan berubah menjadi fungsi hunian pada masa pengelolaan TNI AD di tahun 1945 hingga 1978. Perubahan ini kembali terjadi saat Benteng Vredeburg dipergunakan kembali sebagai museum pada tahun 1981, serta pada tahun 2010 yang ditandai dengan program revitalisasi museum yang bertujuan untuk mengadaptasi pendekatan museum baru pada museum-museum di Indonesia. Berkembangnya fungsi dan paradigma ini menyebabkan perubahan yang signifikan pada benttukan arsitektural dan spasial Benteng Vredeburg. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan studi literatur. Untuk mendapatkan gambaran yang tepat mengenai proses adaptasi alih-fungsi pada Benteng Vredeburg dipergunakan metode analisis deskriptif komparatif untuk melihat transformasi spasial yang terjadi pada Benteng Vredeburg. Berdasarkan tipologi bangunan Benteng Vredeburg dan paradigma baru museum, didapatkan model museum partisipatif yang dapat memaksimalkan penggunaan ruang-ruang sosial pada Kompleks Benteng Vredeburg.

This research focued on the changes on colonial historical building which has undergo adaptive re-use process to transform into modern museum in accordance with visitor oriented trend in new museum paradigm. This process is done as a means to ensure the building's continued and sustainable existence. Museum Benteng Vredeburg is one of museum which has been using compound originally built as a fortress. This research aims to discover pattern in architectural adaptive re-use process. The spatial transformation of Benteng Vredeburg has happened in several periods. Started from the gradual changes during VOC and Netherlands ownership, Benteng Vredeburg started to eschew military function completely to adopt residential function during TNI-AD ownership on 1945-1978 period. Further transformation happened during the changes of ownership and function in 1981 when Benteng Vredeburg were adapted into museum. This changes deviate even further during museum revitalization program in 2011 which aims to adopt new museum trend in Indonesia. The evolvement of function and paradigm has resulted in significant changes within Benteng Vredeburg. This research is using qualitative approach with observation and literature study method. To obtain the correct depiction of adaptive re-use process in Benteng Vredeburg, descriptive comparative method is used in order to be able to perceive the spatial and architectural transformation in Benteng Vrdeburg.

Kata Kunci : adaptive re-use, historical building, museum , new trend in museology

  1. S2-2016-322008-bibliography.pdf  
  2. S2-2016-322008-tableofcontent.pdf  
  3. S2-2016-322008-title.pdf