Laporkan Masalah

ISLAMIC CITY: THE PERCEPTION TOWARD ISLAMIC HOUSING IN BANDA ACEH CITY, INDONESIA

DEDY RUZWARDY, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP., Ph.D.

2016 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Tidak diragukan lagi bahwa Islam secara umum dipercaya tidak dapat dipisahkan dari keseharian masyarakat Aceh. Akan tetapi, penerapan syariat Islam di daerah ini diterapkan dengan membingungkan, parsial, kontroversial, dan masih berada di zona trial and error khususnya dalam subjek tata kota dalam kaitannya dengan amanat penerapan hukum Islam secara menyeluruh (kaffah). Oleh karena itu, perumusan tata kota Islami adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan oleh pemerintah di Kota Banda Aceh sebagai ibukota provinsi Aceh untuk memecahkan permasalahan penerapannya. Studi ini bertujuan untuk merumuskan karakter fisik tata kota islami karena akan menjadi sebuah pedoman dalam proses pembangunan di Banda Aceh. Akan tetapi karena perencanaan dan tata kota mempunyai cakupan yang luas, studi ini akan menitikberatkan pada karakter perumahannya karena merupakan elemen penting dalam pembangunan perkotaan. Secara bersamaan karakter kota Islam Banda Aceh semestinya harus dibuktikan terlebih dahulu sehingga fokus penelitian tidak kontradiktif dengan image kota secara umum. Oleh karena itu, kedua elemen ini menjadi penting untuk dirumuskan dalam studi ini. Dengan absennya studi yang menjustifikasi karakter fisik kota Banda Aceh tergolong dalam karakter fisik bernuasa Islam, metode Delphi adalah metode yang signifikan untuk merumuskan karakter dimaksud dengan mengedepankan konsensus dari para pengambil keputusan yang kompeten dengan subjek ini. Pada saat yang sama, rujukan literatur sangat diperlukan untuk menstimulasi respon yang luas dari para panelis akan elemen-elemen yang diteliti. Temuan pertama dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakter fisik Kota Banda Banda Aceh terklasifikasi ke dalam Kota Islam, terutama karakter kuat Mesjid Raya dan lingkungannya, struktur kota, dan elemen pendukung lain. Sementara itu, dari hasil konsensus berhasil diformulasikan karakter fisik perumahan Islami Banda Aceh yang mengedepankan pencegahan kemudharatan bagi lingkungan sekitar, pembatasan visual interior dan eksterior, view bangunan, jaringan jalan, letak mushalla, dan orientasi ruangan dan elemen arsitekturnya.

It is no doubt that Islam, which is generally believed, cannot be separated with daily life of the Acehnese people. However, the sharia implementation is applied confusedly, partially, controversy, and in a �trial and error� action specifically in urban planning subject in away to constitute Islam in a complete manner (kaffah). Therefore, Islamic urban planning guideline is a necessity to be codified by the local government of Banda Aceh city as the capital city of Aceh Province to solve the problems of its implementation. This study is aiming to find out the Islamic physical urban character for the city, as it would be a practical guidance for development process in Banda Aceh. However, for the reason of a wide range of urban and city arrangement, this study will be focusing on the dwelling character, as it is one of the important elements on urban development. Simultaneously, the Islamic urban character has to be initially investigated, and proved so that the focus of this study does not contradict with the city image thoroughly. Therefore, these two physical elements are important to be codified in this study accordingly. As the absence of study justifying Banda Aceh City classified as a physical character of Islamic City, Delphi method is significant to be used to formulate the character in a consensus way from the local decision makers related with this subject. Simultaneously, it needs to refer the literatures to generate the wider responses of the elements studied. The first result shows that the physical character of Banda Aceh is classified as the Islamic city, mainly the strong character of the Grand Mosque and its associated market, the city structure, and supported elements. Moreover, from the consensus reached, physical characters of Islamic housing of Banda Aceh are included the house form which is designed in away to prevent harm to others, visual restriction for interior and exterior, building view, street network, lay out of the residential mosque, and interior arrangement and its architectural elements.

Kata Kunci : Sharia, kaffah, Islamic City, Islamic Housing


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.