PERBANDINGAN PERADANGAN PADA PEMBERIAN DEKSAMETASON SUBKONJUNGTIVA DIBANDING DEKSAMETASON INTRAKAMERA PASCA BEDAH KATARAK INSISI KECIL
VITA AYU PARAMITA, Suhardjo;Wasisdi Gunawan
2016 | Tesis-Spesialis | SP ILMU PENYAKIT MATAPendahuluan: Deksametason intrakamera belum secara rutin digunakan untuk mencegah peradangan pasca bedah katarak. Pemberian steroid secara subkonjungtiva sudah menjadi prosedur rutin pasca bedah katarak tetapi saat ini steroid intrakamera meningkat penggunaannya untuk mengontrol peradangan pasca bedah katarak. Tujuan :Untuk membandingkan tingkat peradangan pada pemberian Deksametason subkonjungtiva dibandingkan Deksametason intrakamera pasca bedah katarak insisi kecil. Metode :Desain penelitian ini menggunakan Randomized Control Trial. Subyek adalah penderita katarak senilis yang dilakukan bedah katarak secara Manual Small Incision Cataract surgery (SICS). Subyek terdiri dari 111 terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok 1 mendapatkan injeksi 2 mg (0.5 ml) Deksametason subkonjungtiva (n=56) dan kelompok 2 mendapatkan injeksi 0,4 mg (0.1 ml) Deksametason intrakamera (n=55). Hiperemi konjungtiva, blefarospasme, cell dan flare, nyeri dan tekanan intraokular (TIO) diamati pada hari kedua, ketujuh dan keduapuluh delapan pasca bedah katarak. Sel endotel kornea dihitung sebelum bedah katarak dan hari keduapuluh delapan pasca bedah katarak. Hasil : Hiperemi konjungtiva, cell dan flare menunjukan tidak berbeda bermakna secara statistik antara kedua kelompok pada hari kedua,ketujuh dan keduapuluh delapan pasca bedah katarak (p>0.05). Blefarospasme dan nyeri menunjukan berbeda bermakna secara statistik antara kedua kelompok pada awal pasca bedah katarak (p<0.05). Tekanan intraokular (TIO) pasca bedah antara kedua kelompok tidak berbeda bermakna secara statistik (p>0.05). Hitung sel endotel kornea pasca bedah antara kedua kelompok tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik (p>0.05). Kesimpulan : Tanda peradangan pada Deksametason intrakamera lebih ringan dibandingkan Deksametasone subkonjungtiva dalam hal blefarospasme dan nyeri pada awal pasca bedah katarak. Deksametason intrakamera dapat sebagai pilihan dalam menekan peradangan pasca bedah katarak.
Introduction: Dexamethasone intracameral injection has not been routinely used for inflammatory control after cataract surgery. Subconjunctival steroid injection has become a routine procedure after cataract surgery but currently the using of intracameral steroid injection has increased Objective : To compare the level of inflammation between subconjunctival Dexamethasone and intracameral Dexamethasone injection after small incision cataract surgery (manual SICS). Subjects and Methods :The design of this study was Randomized Control Trial. The subjects were patients with senile cataract which surgery performed with Manual Small Incision Cataract Surgery (SICS). The subjects consisted of 111 patients who divided into two groups. Group 1 received 2 mg (0.5 ml) subconjunctival injection of Dexamethasone (n = 56) and group 2 received 0.4 mg (0.1 ml) intracameral injection of Dexamethasone (n = 55). Conjunctival hyperemia, blepharospasm, cell and flare, pain and intraocular pressure (IOP) were observed on the second, the seventh and twenty-eight day after surgery. Corneal endothelial cell counted prior to surgery and twenty-eight days after surgery. Results:Conjunctival hyperemia, cells and flare showed no significant difference between the two groups on the second day, the seventh and twenty-eight postoperative (p> 0.05). Blefarospame and pain showed significant differences between the two groups in the early postoperative (p <0.05). Conclusions:The inflammatory reactions in intracameral Dexamethasone were lower than subconjunctival Dexamethasone in term of blepharospasm and pain in the early postoperative cataract. Intracameral Dexamethasone could suppress inflammation and become as a choice in the postoperative cataract.
Kata Kunci : Deksametason, intrakamera, subkonjungtiva, bedah katarak, peradangan , Dexamethasone, intracameral, subconjunctival, cataract surgery, inflammation