PENGGUNAAN BAHASA WOTU, BUGIS DAN BAHASA INDONESIA PADA EMPAT RANAH KEBAHASAAN DI DESA LAMPENAI DAN DESA BAWALIPU (STUDI SOSIOLINGUISTIK)
MUH. NUR ASSYDDYQ, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A.
2016 | Tesis | S2 Ilmu LinguistikINTISARI Penelitian ini yang berjudul Penggunaan Bahasa Wotu, Bahasa Bugis dan Bahasa Indonesia pada 4 Ranah di Desa Lampenai dan Desa Bawalipu (Studi Sosiolinguistik) bertujuan untuk mendeskripsikan wujud penggunaan bahasa Wotu, bahasa Bugis dan bahasa Indonesia pada berbagai ranah, menguraikan unsur-unsur bahasa yang digunakan masyarakat etnis Wotu ketika berkomunikasi, serta menguraikan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penggunaan bahasa Wotu, bahasa Bugis dan bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif karena penelitian ini menjelaskan analisis data dalam bentuk kata-kata bukan dengan angka. Penelitian ini menggunakan tuturan-tuturan yang diperoleh dari masyarakat etnis Wotu serta data tambahan yang ada pada penelitian sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik rekam dan observasi langsung, kemudian data dianalisis dengan melihat penggunaan bahasa pada tiap ranah serta melihat unsur-unsur bahasa yang ada pada bahasa Wotu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pada setiap ranah yang ada pada masyarakat Wotu, bahasa Wotu telah mengalami pergeseran penggunaan yang digantikan dengan bahasa Bugis dan bahasa Indonesia, kecuali pada ranah keakraban dimana masih ditemukan percakapan yang menggunakan bahasa Wotu, yaitu percakapan antara orang dewasa usia di atas 50 tahun. (2) Selain itu, penggunaan bahasa Wotu yang digantikan penggunaannya oleh bahasa Bugis dan bahasa Indonesia juga nampak dari besarnya pengaruh bahasa Bugis dan bahasa Indonesia saat masyarakat etnis Wotu menggunakan bahasa Wotu, yaitu pada penggunaan konsonan glotal dan palatal pada akhir kata bahasa Wotuyang berasal dari bahasa Bugis, serta penggunaan leksikon bahasa Indonesia pada percakapan yang menggunakan bahasa Wotu. (3) Faktor-faktor yang berkontribusi pada penggunaan bahasa Wotu, bahasa Bugis dan bahasa Indonesia yaitu faktor situasi penggunaan bahasa, faktor letak pemukiman, faktor interaksi jual beli, faktor jumlah penutur dan faktor sekolah formal. Berdasarkan hal tersebut diatas pada penelitian ini bahasa Wotu telah mengalami pergeseran penggunaan yang digantikan oleh bahasa Bugis dan bahasa Indonesia
ABSTRACT The research entitled The Use of Wotunese, Bugis, and Indonesian in Four Domains of Language in Lampenai and Bawalipu Village (Sociolinguistic Study) aims to describe the use forms of Wotunese, Bugis, and Indonesian in several domains, to explain the elements of language used by Wotunese in communication, and to explain the factors of the use of Wotunese, Bugis, and Indonesian. This research belongs to a qualitative since it describes the data based on a qualitative facts instead of a quantitative ones. This research uses the utterance of Wotuneses and additional data from previous research as the sources of the data. In gathering the data, the researcher uses record technique and observation, afterward the data are analyzed by observing the use of language in each domain and the elements of Wotu language. The results of this study show that (1) in every domain of Wotu society, Wotu language has been shifted. Its use is replaced by Bugis and Indonesian, except in intimate domain where it can be found the conversation using Wotunese by over 50 year old people. (2) Besides, the use of Wotunese is also seen from the big influence of Buginese and Bahasa when Wotu society use Wotu language, such as the use of consonant glotal and palatal in the end of Wotu vocabulary originated from Bugis, and the use of Indonesian lexicon in conversation using Wotu language. (3) The factors contributing in the use of Wotu language are the use of language situation, the location of residence, the interaction of sell-and-buy, the number of speaker, and the formal school factor. According to explanation above, Wotu language has been shifted in its use and it is changed by Bugis and Indonesian.
Kata Kunci : penggunaan bahasa, bahasa Wotu, ranah, sosiolinguistik / language use, Wotu language, domain, sociolinguistics