Laporkan Masalah

Verba Resiprokal Dalam Bahasa Arab Dan Bahasa Indonesia (Sebuah Studi Kontrastif)

TAAT BUDIONO, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U, M.A

2016 | Tesis | S2 Ilmu Linguistik

Penelitian ini membahas tentang VR di dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia melalui pendekatan studi kontrastif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan pembentukan dan pola-pola VR dalam bahasa Arab, (2) Mendeskripsikan pembentukan dan pola-pola VR dalam bahasa Indonesia, dan (3) Mendeskripsikan perbedaan dan persamaan VR dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia serta konsekuensi didaktisnya. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metode simak dengan teknik catat serta metode introspektif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode padan. Hasil dari penelitian ini adalah (1) VR di dalam bahasa Arab dibentuk melalui dua proses yaitu proses gramatikal dan proses leksikal. Proses gramatikal direalisasikan melalui penambahan infiks alif, konfiks ta'-alif, dan konfiks hamzah-ta' pada verba dasar triliteral. Sedangkan proses leksikal direalisasikan dengan menambahkan penanda leksikal ba'dhun pada verba. (2) Pembentukan VR di dalam bahasa Indonesia melibatkan proses afiksasi, reduplikasi, dan penambahan penanda leksikal saling, baku, dan satu sama lain pada verba. Terdapat sekurang-kurangnya dua puluh dua pola pembentukan VR di dalam bahasa Indonesia. (3) Perbedaan VR dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia terdapat pada proses pembentukannya dan jumlah pola verba pembentuknya. Sedangkan persamaan VR dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia terdapat pada hal pembentukannya, pengungkapan konsep keresiprokalannya, dan keterlibatan partisipannya. Konsekuensi didaktis dari adanya perbedaan dan persamaan tersebut antara lain adalah Bagi penutur bahasa Arab, adanya keragaman pola VR dalam bahasa Indonesia akan memberikan kesulitan tersendiri dalam menguasai berbagai macam pola tersebut. Sementara bagi penutur bahasa Indonesia yang akan belajar bahasa Arab, dengan sedikitnya pola VR dalam bahasa Arab akan memberikan kemudahan dalam menguasai pola VR dalam bahasa Arab. Selain itu, adanya bentuk reduplikasi morfemis di dalam pembentukan VR dalam bahasa Indonesia juga sedikit banyak akan memberikan kendala pembelajaran tersendiri bagi penutur bahasa Arab yang akan belajar bahasa Indonesia dikarenakan model reduplikasi morfemis semacam ini tidak terdapat pada bahasa Arab.

This study discusses Arabic and Indonesian reciprocal verbs by the means of contrastive analysis. The aims of this research are: (1) To describe the word formations and types of Arabic reciprocal verbs, (2) To describe the word formations and types of Indonesian reciprocal verbs, and (3) To describe the differences and similarities between Arabic and Indonesian reciprocal verbs as well as their didactic consequences. To collect the data, the researcher used the listening with the note-taking technique and introspective methods. Meanwhile, to analyse the data, the researcher used the identity method. The results of this study are: (1) Arabic reciprocal verbs are formed in two processes which are grammatical and lexical processes. The grammatical process is realised by adding the infix alif and confixes ta'-alif and hamzah-ta' in the triliteral basic verbs; whereas the lexical process is realised by adding the lexical marker ba'dhun in the verbs; (2) The word formation of Indonesian reciprocal verbs involves affixation, reduplication, and addition of lexical markers saling, baku, and satu sama lain. There are at least twenty two types of the word formation of Indonesian reciprocal verbs; (3) The differences between Arabic and Indonesian reciprocal verbs are in the word formation processes and number of types of word formation of the verbs; whereas the similarities existing between the Arabic and Indonesian reciprocal verbs are in the word formation processes, reciprocal concepts, and participant involvements. The didactic consequences of those differences and similarities are: For Arabic speakers, the diversity of Indonesian reciprocal verb patterns will serve a great difficulty in learning and mastering the language and, For Indonesian speaker who wants to learn Arabic, they will earn the benefits from the fact that Arabic possesses a small number of reciprocal verb patterns. This fact makes the Indonesian speakers able to learn the language without facing any great difficulty like the Arabic speakers do. Besides, the morphemic reduplication in Indonesian reciprocal verb formations causes another difficulty for Arabic speakers who wants to learn Indonesian due to the fact that there is no such reduplication in Arabic.

Kata Kunci : Verba Resiprokal, Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Kontrastif;Reciprocity Verb, Arabic, Indonesian, Contrastive