Laporkan Masalah

KEMISKINAN RUMAH TANGGA PETANI DI KECAMATAN MAKARTI JAYA KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN

MITA BAITI, 1. Prof. M. Baiquni, M.A/ 2. Dr. Umi Listyaningsih, M.Si

2016 | Tesis | S2 Kependudukan

INTISARI Kemiskinan yaitu suatu kondisi dimana tidak terpenuhinya hak-hak dasar seperti kebutuhan dasar akan sandang, pangan, dan papan. Selain itu kemungkinan juga bisa diartikan sebagai rendahnya akses dalam sumber daya dan aset produktif untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan hidup antara lain ilmu pengetahuan, informasi, teknologi, dan modal. Saat ini, kemiskinan menjadi perhatian yang sangat besar dan pemecahan masalahnya menjadi agenda utama dalam pembangunan di Indonesia. Menurut Chambers (1983:109) mengemukakan lima karakteristik penyebab kemiskinan adalah kemiskinan (poverty), Masalah Kerentanan (vulnerability), Masalah ketidakberdayaan, Lemahnya ketahan fisik, dan Masalah keterisolasian. Keterisolasian wilayah yang jauh dari jangkauan membuat wilayah itu masih tertinggal dan masyarakat berada dalam kemiskinan, isolasi wilayah berhubungan dengan aksesibilitas. Sementara itu akses menjadi bagian penting dalam kegiatan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui tingkat kemiskinan rumahtangga petani miskin di Kecamatan MakartiJaya Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Teknik analisis data menggunakan metode tabulasi silang kemudian dianalisis dengan Independent Sampel T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran Kepala keluarga rumah tangga petani miskin di dua desa masih sangat rendah dapat dibuktikan dengan banyaknya pengeluaran rumah tangga di bawah Rp 1.000.000. Faktor yang dominan mempengaruhi tingkat kemiskinan rumahtangga petani miskin yaitu luas lahan yang rendah, keadaan kondisi wilayah yang pasang surut serta dikelilingi oleh lahan gambut, akses yang terbatas serat minimnya transfortasi pendistribusian hasil pertanian, dan harga jual hasil pertanian yang rendah. Kata Kunci: Kemiskinan, Pengeluaran, dan keterisolasian.

ABSTRACT Poverty is a condition where basic rights such as basic needs for cloth, food and house are not met. In addition, it is also meant as low access to resource and productive asset to obtain life needs such as knowledge, information, technology, and capital. Currently, poverty is a great concern and its resolution is main agenda in Indonesia Development. Chambers (1983:109) suggest that five characteristics of deprivation are poverty, vulnerability, powerlessness, physical weakness and isolation. Isolated area far from reaching make the area is lag behind and its people are in poverty. Area isolation relates to accessibility. Meanwhile access is important part in economic activity. This research was intended to identify farmer household poverty in Makarti Jaya district of Banyuasin regency South Sumatera. Analytical unit in this research was head of poor farmer household either land-owning farmer or working farmer. Data analysis used cross tabulation and was analyzed using independent sample T-test. The result indicated that expenditure of poor farmer household in the two villages was very low (<Rp 1,000,000). Factors dominantly affecting poverty level are low land area, tidal condition of the region with pairs, limited access, minimal transportation for distributing agricultural yield and low selling price of agricultural yield. Keywords: poverty, expenditure, and isolation

Kata Kunci : Kemiskinan, Pengeluaran, dan keterisolasian.

  1. S2-2016-373953-abstract.pdf  
  2. S2-2016-373953-tableofcontent.pdf  
  3. S2-2016-373953-title.pdf