Analisis hubungan dan pengaruh kemampuan mengatasi kesulitan terhadap komitmen organisasional di Lembaga Pendidikan El Rahma Wilayah Tengah
SUDARNO, Prof.Dr. Djamaludin Ancok, MA
2003 | Tesis | Magister Manajemen-Penelltian ini ditujukan untuk menguji hubungan dan pengaruh kemampuan mengatasi kesulitan terhadap komitmen organisasional di Lembaga Pendidi kan El Rahma Wiiayah Tengah. Variabel kemampuan mengatasi kesulitan meliputi Control (pengendalian), Ownership (Kepemilikan), Reach (Jangkauan), dan Endurance (Lamanya Bertahan j. Variabel Komitmen Organisasionai meliputi keinginan kuat menetap di organisasi, rela berusaha mencapai tujuan organisasi, yercaya dan menerima tujuan dan nilai organisasi. Sampel diambil dari Lembaga Pendjdikan El Rahma Wilayah Tengah meliputi Yogyakarta, Punvokerto, Surakarta, dan Semarang masing-masing 47, 12, 16, dan 20 secara random proporsionai. Kuesioner yang kembali total 85 buah, masing-masing Yogyakarta 43, Punvokerto 10, Surakarta 15, dan Semarang 17 buah. Analisis kuaiitatif menunjukkkan karyawan Yogyakarta memiliki CORE I63,2; Purwokerto I67,2; Surakarta 151; dan Semarang 141. Yogyakarta dan Punvokerto memiliki CORE cukup tinggi, sedangkan Surakarta dan Semarang memiljki CORE sedang. Analisis deskriptif menunjukkan variabel kemampuan mengatasi kesulitan memiliki mean 79, I I ; range 36; median 78; modus 63; dan 78. Variabei komitmen organisasional memiiiki mean 5 9 3 ; range 30; median 60; dan niodus 58. Dari uji koreiasi menunjukkan kemampuan mengatasi kesulitan mempunyai koefisien korelasi 0,523 dengan sibmifikansi 0,000. Dan uji regresi didapat persamaan Y= 24,772+0,436X. Dari uji koefisien determinasi didapat kemampuan mengatasi kesulitan mempengaruhi 27,3 YO terhadap komitmen organisasional.
This study examined the relation and the effect of adversity quotient to organizational commitment in Lembaga Pendidikan El Rahma Wilayah Tengah. Adversity quotient vareable includes indicators Control, Ownership, Reach, and Endurance. Organizational commitment includes indicators want to stay strongly in organization, to fight for reaching the goal of the organization, and believe and agree with the goal and the value of the organization. The sample was taken from Yogyakarta, Punvokerto, Surakarta, and Semarang each 47, 12, :6, and 20 by proporsional random sampling. Quesioner comes back 85 units, each Yogyakarta 43 units, Purwokerto 10 units, Surakarta 15 units, and Semarang 17 units. The result of qualitative analysis shows that Yogyakarta has CORE 163,2; Purwokerto I67,2; Surakarta I5 I ; and Semarang I4 1. Yogyakarta and Punvokerto have score high enough, Surakarta and Semarang have score intermediate level. The result of descriptive analysis shows that adversity quotient variable has mean 79,ll; range 36; median 78; mode 63 and 78. Organizational commitment vareable has mean 59,25; range 30; median 60; and mode 58. The correllation analysis shows that adversity quotient has correllation coeficient 0,523 by significancy 0.000. 'I'he result of' regression analysis gets regression equation Y=24,772+0,436X. The result of R square analysis gets that adversity quotient has impact 27,3 YO to organizational commitment
Kata Kunci : Manajemen Sumberdaya Manusia,,Komitmen Organisasional