DUKUNGAN CINA DI BAWAH HU JINTAO TERHADAP PROGRAM NUKLIR IRAN
RAMZATUL WIDAT, Dr. Siti Mutiah Setiawati, M.A.
2016 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan InternasionalTesis ini bertujuan untuk menganalisis kepentingan Cina pada era Hu Jintao dibalik dukungannya terhadap Iran di tengah polemik program pengembangan nuklir Iran. Tesis ini menggambarkan adanya perbedaan sikap yang diperlihatkan oleh Cina sebagai salah satu dari anggota P5+1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman) yang sejak tahun 2006 terlibat langsung dalam upaya diplomasi dengan Iran mengenai masalah proyek nuklirnya. Cina seringkali berdiri pada posisi yang bersebrangan dengan para negositor Barat terkait dengan mekanisme penyelesaian masalah nuklir, di mana negara-negara Barat seringkali menggunakan pendekatan sanksi untuk menghentikan proyek nuklir Iran. Cina tetap konsisten mengusulkan untuk mengedepankan perundingan bersama sampai menemukan solusi yang dapat diterima serta menguntungkan pihak-pihak yang terlibat. Ide membangun dunia yang harmonis yang diusung oleh Presiden Hu Jintao menjadi titik balik sikap Cina yang memiliki kecenderungan untuk mengutamakan pendekatan dengan cara-cara damai. Lebih dari itu, besarnya keuntungan strategis yang diperoleh Cina dari kerja sama dengan Iran terutama di sektor energi, mengharuskan Cina untuk tetap menjaga hubungan baik dengan Iran dengan tujuan utama untuk mencapai keamanan energi.
This thesis aims to analyze the China's interests in the era of Hu Jintao behind its support toward Iran coincide with the polemic of Iran's nuclear development program. This thesis illustrates the difference attitude shown by China as one of the members of the P5+1 (the five permanent members of the UN Security Council plus Germany), which since 2006 were directly involved in diplomatic effort with Iran on the issues of Iran's nuclear project. China's often stand in different position with the Western negotiators related to the settlement of Iran's nuclear issue, in which the Western countries prefer to use of sanctions to stop Iran's nuclear project. China consistently promote collective bargaining to find an acceptable and beneficial solution to the all involved parties. The idea of building a harmonious world promoted by President Hu Jintao became a turning point of China's attitude that tend to promote a peaceful approach. Moreover, the magnitude of strategic advantage gained by China from cooperation with Iran, especially in the energy sector, requires China to maintain a good relations with Iran in order to secure the main goal to achieve energy security.
Kata Kunci : Kepentingan Cina, dukungan Cina terhadap Iran, dunia yang harmonis, kerja sama Cina-Iran, keamanan energi, China�s interest, China�s support