Laporkan Masalah

STRATEGI MANAJEMEN RISIKO PETANI CABAI MERAH LAHAN PASIR PANTAI DI KABUPATEN KULON PROGO

AZMI BASYARAHIL, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.;Dr. Ir. Lestari Rahayu, MP.

2016 | Tesis | S2 MANAJEMEN AGRIBISNIS

Wilayah selatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan bentangan pantai sepanjang lebih dari 113 km, meliputi wilayah Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, dan Kulon Progo yang dapat dimanfaatkan sebagai aset dan sumberdaya ekonomi penting. Semakin berkurangnya lahan pertanian terutama lahan sawah tiap tahunnya menjadikan pengembangan usaha pertanian lahan pesisir pantai dapat menjadi solusi pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap pangan pokok. Cabai merah adalah salah satu komoditas yang menunjukkan angka produktivitas tertinggi di Kulon Progo. Kabupaten Kulon Progo merupakan daerah penghasil cabai merah tertinggi di Provinsi DI Yogyakarta yang menunjukkan peningkatan produksi secara signifikan setiap tahunnya. Geliat budidaya cabai merah di lahan pesisir pantai Kulon Progo semakin berkembang, terlebih saat ini telah dibentuk pasar lelang untuk membantu petani memasarkan hasil panen. Penelitian ini dilakukan untuk (1) mengetahui besarnya produksi cabai merah di lahan pasir pantai, (2) menganalisis tingkat risiko produksi yang dihadapi oleh petani, dan (3) bagaimana mengurangi risiko produksi pada agribisnis cabai merah lahan pasir pantai. Terdapat 40 petani responden yang berasal dari Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo. Lokasi penelitian sengaja dipilih dengan menggunakan metode multistage area sampling. Data yang digunakan dikumpulkan dari hasil produksi dan tingkat pendapatan petani dari tiga musim tanam. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis risiko produksi dan metode House of Risk. Berdasarkan nilai koefisien variansi, tingkat risiko produksi berada di 0,03 dengan produksi batas bawah sebesar 9,596 Kg/Ha, hal ini menunjukkan tingkat risiko yang rendah. Berbagai strategi mitigasi risiko telah dilakukan oleh petani di Kabupaten Kulon Progo untuk mengurangi risiko yang dapat menyebabkan kerugian dalam produksi cabai merah lahan pasir pantai.

The southern part of the Special Province of Yogyakarta consists of a coastline spanning over 113 km, under the administrations of Bantul, Gunung Kidul and Kulon Progo regencies, that can become an asset and resource of an important economy. Cabe Merah (red chilli) is one of the commodities that show high numbers of productivity in Kulon Progo Regency. Activities of red chilli farming on the coastal land of this regency have been growing, especially since the establishment of commodity auction market to help farmers sell their harvests. The study was conducted to (1) find out the size of production in red chilli agribusiness on coastal land, (2) to analyze the risk levels of production faced by the farmers, and (3) how to mitigate the production risks on coastal red chilli farming. There were 40 participating farmers from Banaran Village, Galur Sub-district, Kulon Progo Regency. The location was intentionally chosen by using multistage area sampling method. The data used were collected from the production and income of three growing seasons. Data analyses were performed using production risk and The House of Risk methods. Based on the variance coefficient, the production risks level was at 0,03 with the production lower limit of 9.596 Kg/Ha, which showed a low level of risk. The various risk mitigation strategies have been performed by the farmers to lessen the risks that can causes losses in the process of coastal red chilli productions.

Kata Kunci : cabai merah, lahan pasir pantai, risiko produksi, mitigasi risiko

  1. S2-2016-359880-abstract.pdf  
  2. S2-2016-359880-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-359880-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-359880-title.pdf