PENGARUH PELATIHAN SISBANDU TERHADAP KETERAMPILAN KADER POSYANDU DALAM PENGGUNAAN KARTU MENUJU SEHAT (KMS) BALITA DI KELURAHAN PRINGGOKUSUMAN GEDONGTENGEN KOTA YOGYAKARTA
KHANIZA WURI DESTARA, Akhmadi, S.Kp.,M.Kes.,M.Kep.,Sp.Kep.,Kom
2016 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Keterampilan penggunaan KMS oleh kader yang belum terlaksana dengan baik secara tidak langsung menjadi salah satu faktor masih adanya kasus gizi buruk-kurang balita. Sehingga, dibutuhkan pelatihan guna meningkatkan keterampilan kader Posyandu yang fokus ke arah penggunaan KMS. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pelatihan Sisbandu terhadap keterampilan kader Posyandu balita di Pringgokusuman Gedongetengen Kota Yogyakarta dalam penggunaan KMS untuk memantau pertumbuhan balita. Metode: Desain pra eksperimental rancangan One Group Pretest Posttest dilakukan pada 45 kader yang dipilih dengan purposive sampling. Intervensi berupa pelatihan dengan metode ceramah, tanya jawab, studi kasus, demonstrasi dan permainan dibantu media modul dan slide yang dilaksanakan sehari dalam waktu 240 menit. Untuk mengukur tingkat keterampilan kader digunakan lembar observasi skala rating. Hasil: Tingkat keterampilan kader dalam penggunaan KMS sebelum pelatihan mayoritas termasuk dalam kategori kurang yaitu 41 kader (91,1%) dan tidak ada responden yang termasuk dalam kategori keterampilan baik. Tingkat keterampilan kader sesudah mendapatkan Pelatihan Sisbandu mayoritas termasuk dalam kategori keterampilan cukup yaitu 18 kader (40%) dan terdapat 14 kader (31,1%) termasuk dalam kategori keterampilan baik. Ada peningkatan keterampilan kader Posyandu sebelum dan sesudah pelatihan dengan p<0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh pelatihan Sisbandu terhadap peningkatan keterampilan kader Posyandu Balita dalam penggunaan KMS.
Background: KMS utilization skills of cadres which has not implemented well is indirectly become one factor of the extant of the malnutrition of toddlers, so it requires the cadres training to improve the Posyandu cadres skill which focus to the utilization of KMS. Objective: To understand the effect of Sisbandu training to the skill of toddler Posyandu cadres in Pringgokusuman, Gedongtengen, Yogyakarta City in the KMS utilization to monitor toddlers growth. Methods: This research used the pre-experimental design with One Group Pretest Posttest program to the 45 participants which chosen by purposive sampling method. Intervention in the form of training methods lectures, discussion, case studies, demonstrations and games, which assisted by media module and slide carried the day within 240 minutes. To measure the level of cadres skill used rating scale observation sheet. Results: The cadres skill level in KMS utilization before the training is categorized as deficient, which is 41 cadres (91,1%) and there is no respondent that have a good skill. While the cadres skill level after obtained the Sisbandu training, the majority is categorized as sufficient, which is 18 cadres (40%) and there are 14 cadres (31,1%) who have good skill. There is an increment of Posyandu cadres skill before and after the training with p < 0,05. Conclusion: There is the influenced of the increment of cadres skill of toddler Posyandu in KMS utilization.
Kata Kunci : Kader, Keterampilan, Pelatihan, Posyandu, Cadres, Posyandu, Skills, Training.