PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN METODE PEER EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMA NEGERI 1 SRANDAKAN
DIAN RIZKI RAMADHANI, Wiwin Lismidiati, S.Kep., N., M.Kep., Sp.Mat
2016 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Remaja perlu mendapat perhatian serius karena mereka masih termasuk dalam usia sekolah dan usia kerja, serta akan memasuki usia reproduksi. Remaja sangat rentan terhadap perilaku berisiko tinggi, terutama yang berhubungan dengan kesehatan seksual dan reproduksi. Upaya promotif dan preventif terhadap permasalahan remaja telah dilakukan, salah satunya melalui pembentukan PIK-KRR. Peer education sebagai salah satu layanan PIK-KRR merupakan program yang bermanfaat untuk menciptakan perubahan perilaku positif bagi remaja. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan metode peer education terhadap pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi remaja di SMA Negeri 1 Srandakan. Metode: Rancangan penelitian ini adalah pre-eksperimen (one group pretest posttest design). Sampel penelitian sebanyak 31 siswa SMA kelas X dan XI. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan sikap tentang kesehatan reproduksi sebelum dan setelah intervensi. Intervensi berupa peer education yang dilaksanakan 3 kali dalam 2 minggu. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan pada saat posttest (median=20) lebih tinggi dibandingkan pada saat pretest (median=19). Sikap pada saat posttest (median=18) lebih tinggi dibandingkan pada saat pretest (median=17). Ada peningkatan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi remaja setelah diberikan peer education. Peer education berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,002) tentang kesehatan reproduksi remaja di SMA Negeri 1 Srandakan. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan metode peer education berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi remaja.
Background: Adolescents need to be taken seriously because they are still included in the school age and working age, and will enter the reproductive age. Adolescents are particularly vulnerable to high risk behaviors, especially those related to sexual and reproductive health. Promotive and preventive efforts to the problems of adolescents have been conducted, one through the establishment of PIK-KRR. Peer education as one of the services PIK-KRR is suggested programs as a source of useful information to create a positive behavioral change for adolescents. Objective: Determine the effect of health education methods of peer education on knowledge and attitude about adolescent reproductive health in SMA Negeri 1 Srandakan. Methods: The study design is pre-experiment (one group pretest posttest design). Subjects were 31 students in X and XI grades who study in SMA Negeri 1 Srandakan. Subjects were collected using simple random sampling. The variables studied were knowledge and attitude about reproductive health before and after the intervention. Intervention is peer education carried out 3 times in 2 weeks. Data were analyzed using Wilcoxon test. Results: The analysis showed that knowledge in the posttest (median=20) was higher than in the pretest (median=19). The attitude in the posttest (median=18) was higher than in the pretest (median=17). There was an increase in knowledge and attitude’s score about adolescent reproductive health after being given peer education. Peer education significantly influence toward knowledge (p=0.000) and attitude (p=0.002) about adolescent reproductive health in SMA Negeri 1 Srandakan. Conclusion: Health education with peer education method has significant effect on knowledge and attitude about adolescent reproductive health.
Kata Kunci : Kata kunci: peer education, peer educator, kesehatan reproduksi, pengetahuan, sikap, remaja