Laporkan Masalah

Penerapan Asas Proporsionalitas dan Asas Keadilan dalam Perjanjian Kerjasama dengan Pola Kemitraan Inti-Plasma (Studi Kasus pada PT Fresh Grow Inrternational)

GABRIEL CAHYA A, Taufiq El Rahman, S.H., M.Hum.

2016 | Skripsi | S1 ILMU HUKUM

Penelitian dalam Penulisan Hukum ini secara objektif bertujuan untuk mengetahui, memahami dan menganalisis penerapan asas proporsionalitas dalam perjanjian kerjasama untuk penanaman tomat dengan pola kemitraan inti-plasma antara PT Fresh Grow International (PT FGI) dengan para mitra tani. Tujuan berikutnya untuk menelaah, mengkritisi dan menganalisis ketentuan mengenai wanprestasi beserta cara penyelesaiannya dengan dikaitkan pada penerapan asas keadilan dalam perjanjian a quo. Kemudian secara subjektif, tujuan Penulis terhadap penelitian ini adalah untuk memenuhi persyaratan akademis guna memperoleh gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Penulisan Hukum ini menggunakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan jenis penelitian hukum normatif-empiris. Penelitian yang dilakukan mengenakan 4 (empat) jenis pendekatan, yaitu pendekatan undang-undang, historis, komparatif, dan konseptual. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang bersumber dari data primer (lapangan) dan data sekunder (pustaka). Pengambilan sampel pada data primer memakai teknik non-probabilitas dengan cara purposive sampling. Lalu data sekunder termaksud meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode analisis terhadap hasil penelitian ini adalah kualitatif dengan cara berpikir deduktif. Terhadap hasil penelitian dan pembahasan dalam Penulisan Hukum ini diperoleh 2 (dua) buah kesimpulan. Pertama, penerapan asas proporsionalitas dalam perjanjian kerjasama untuk penanaman tomat dengan pola kemitraan inti-plasma antara PT FGI dengan para mitra tani masih belum optimal karena beberapa alasan: perjanjian dibuat secara baku dengan tanpa negosiasi; penentuan harga jual sudah tetap; tata cara pembayaran yang tidak sesuai peraturan perundang-undangan; ketidakseimbangan biaya dan risiko usaha; tidak adanya klausula jaminan dan pengembangan sebagai timbal balik produksi; dan tidak tegasnya klausula mengenai transportasi. Kedua, ketentuan mengenai wanprestai beserta cara penyelesaiannya yang diatur dalam perjanjian a quo belum memenuhi asas keadilan karena belum diterapkannya perikatan-perikatan yang diatur sesuai peraturan perundang-undangan dalam perjanjian kerjasama. Kemudian secara spesifik: penerapan sanksi yang masih berat sebelah dalam Pasal 7; ketidakadilan mengenai subjek yang dapat memutuskan kerjasama dalam Pasal 8; dan substansi perikatan yang tidak jelas dan tegas dalam Pasal 9 dan 10 perjanjian kerjasama.

The research in this Legal Thesis have purposes that objectively to know, understand and analyze how the proportionality principle application in cooperation contract for tomato planting activity with nucleus-plasma partnership pattern between Fresh Grow International Corporation (FGI) and farmer partners. The next purposes are to study, criticize and analyze the breach of contract and dispute settlement clauses that hook into justice principle in a quo contract. Then subjectively, Writer’s aim on this research is to fulfill academic conditions for getting bachelor of law title degree in Faculty of Law Gadjah Mada University. This Legal Thesis character is using descriptive research with normative-empirical kind of research. The research are doing with 4 (four) kind of approaches which are statues, historical, comparative, and conceptual approaches. The kind of data on this research has qualitative data that resourced by primary data (field) and secondary data (library). The sampling technic on primary data is using non-probability with purposive sampling method. Then the secondary data comprises primary, secondary, and tertiary legal materials. Analysis method for the research result is qualitative method by deductive reasoning. The research result and study in this Legal Thesis have 2 (two) conclusions. Firstly, the proportionality principle application in cooperation contract for tomato planting activity with nucleus-plasma partnership between FGI and farmer partners still has not optimally yet because of several reasons: standard contract without negotiation; selling price that had already definite; payment procedure had not appropriate to the statutes; the cost and risk business was unbalanced; no guarantee and development clauses as produce equitable; and transportation clause that not firm. Secondly, the breach of contract and dispute settlement clauses that ruled in a quo contract has not fulfill justice principle yet because the agreements had not implemented that appropriate on statutes in cooperation contract. Then specifically: the sanctions application was still unbalanced in Article 7; the subject who could break off the cooperation was still unfair in Article 8; and the agreement substance were unclear and not firm in Article 9 and 10 cooperation contract.

Kata Kunci : Asas Proporsionalitas, Asas Keadilan, Perjanjian Kerjasama, Kemitraan, Pola Inti-Plasma / Proportionality Principle, Justice Principle, Cooperation Contract, Partnership, Nucleus-Plasma Pattern

  1. S1-2016-334203-abstract.pdf  
  2. S1-2016-334203-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-334203-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-334203-title.pdf