Laporkan Masalah

PENGELOLAAN SAMPAH BERWAWASAN KESEHATAN MASYARAKAT BERDASAR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DUKUNGAN PEMERINTAH DI KOTA YOGYAKARTA

Surahma Asti Mulasari, Prof. Dr. dr. Adi Heru Husodo, M.Sc. DCN. DLSHTM.DKK.; Prof. Dr. Noeng Muhadjir

2016 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum

Kebijakan pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah di Kota Yogyakarta belum memperlihatkan konsep kesehatan masyarakat. Dalam penelusuran penelitian dan teori sebelumnya tentang pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah juga tidak diketemukan konsep pengelolaan sampah berwawasan kesehatan bagi masyarakat umum, padahal sampah memiliki potensi besar penyakit akibat sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan pemerintah dan partisipasi stakeholder dalam mengelola sampah di Kota Yogyakarta, untuk mengetahui penyebab fenomena pengelolaan sampah berwawasan kesehatan masyarakat belum dilakukan di Kota Yogyakarta, dan untuk mendapatkan rumusan metode pengolahan sampah berbasis kesehatan masyarakat yang dapat diterapkan di Kota Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode action research yang diterapkan dalam kerangka penelitian policy research bidang kebijakan pengelolaan sampah berbasis kesehatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian gabungan (mixed methods)antara kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh diharapkan dapat saling melengkapi dan menguatkan temuan di lapangan. Hal ini juga merupakan upaya untuk melakukan triangulasi metode dalam rangka validasi hasil penelitian. Penelitian ini dilakukan dalam empat siklus action research, yaitu: observasi, perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Lokasi yang dipilih sebagai laboratorium lapangan adalah Kelurahan Bener Kecamatan Tegalrejo Yogyakarta. Penelitian dilakukan pula di Dinas Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Kesehatan, Sekber Kartamantul, LSM, dan unit dagang sampah Kota Yogyakarta. Analisis data menggunakan analisis kualitatif, yaitu explanation building dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian adalah kebijakan pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada. Partisipasi stakeholder berperan penting dalam pengelolaan sampah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan belum diberlakukannya pengelolaan sampah berwawasan kesehatan masyarakat di Kota Yogyakarta, yaitu belum adanya sistem koordinasi lintas sektoral, belum adanya kejadian penyakit akibat mengelola sampah di rumah tangga, belum adanya pencetus ide, dan belum adanya identifikasi masalah. Dalam metode pengelolaan sampah berwawasan kesehatan masyarakat dilakukan konsep kebersihanperorangan dan penggunaan alat pelindung diri. Pengelolaan sampah akhir Kota Yogyakarta di TPA Piyungan telah cukup memenuhi konsep kesehatan masyarakat. Pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta dapat diatasi dengan pengelolaan sampah perkotaan yang baik, pemberdayaan masyarakat dengan bank sampah dan pengomposan, dan unit usaha sampah. Solusi yang dianggap paling memungkinkan dilakukan saat ini adalah pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dampak negatif dari pengelolaan sampah berbasis masyarakat diminimalisir dengan memasukkan konsep kesehatan masyarakat pada teknik pengelolaan sampah yang telah ada selama ini. Metode tersebut memungkinkan untuk berhasil dilakukan di masyarakat Kota Yogyakarta dan dinyatakan efektif dengan indikator kesehatan masyarakat, yaitu peningkatan pengetahuan, sikap, perilaku, keberadaan vektor penyakit, serta mendatangkan keuntungan ekonomi yang besar apabila dikelola secara optimal.

Background and Objectives: Waste has contained of variety toxic materials, the direct contact with the waste can be increasing health problems risk. The volume of waste is affected by population, population activities, and lifestyle. Government is enforcing many policy in order to address the waste problems; thus become part of social responsibility. The purpose of this study was to find out the waste problem in the Yogyakarta Municipality and to know the strategy to handling it, understanding the effectiveness of health-community-based waste management in Yogyakarta indicated by the residents knowledge of waste, attitude, behavior, and the existence of desease vector and economical condition. Method: Qualiative and quantitative study was applied in this research. This was a social action research, which applied a quantitative method. The research was conducted through implementing waste management based on community health perception. The data-collecting technique involved observation participant technique.The key informant was a delegation of stakeholder regarding waste management, with purposive sampling. Analysis data were performed by using explanantion building using content analysis. The Results: The highest number of waste was produced on Macrh 2014 and the lowest on July 2014. In other month of 2014, the waste productivity is quite constants. In TPA Piyungan, Yogyakarta municipality give biggest waste contribution, second Sleman and last Bantul. The peak of waste volume was in 2012 and tend to decrease until 2014. Waste problem was managed by policy and empowering program by stakeholder on waste management. There was a significant difference between peoples knowledge on waste management before and after waste management counselling with p value 0.000 < 0.05. There was a significant difference between the peoples attitude before and after waste management counselling with p value 0.021 < 0.05. There was a significant difference between the peoples behavior before and after waste management counselling with 0.033 < 0.05. There was a significant difference between the density of fly population before and after waste management counselling with p value 0.013 < 0.05. The average of 30 participants income earned from garbage is IDR 55.952.83 quarterly or IDR 18.650.61 (IDR 13.450.00 = 1 US$). Conclutions: Waste problems in Yogyakarta municipality were influenced by population and their activity. The effort to manage this problem already addressed multi-sector. Waste management policy was developed by law enforcement and waste regulation which is mandatory to adopt in this región. In addition, the government released policy which is contains of planning on waste management. knowledge, attitude, behavior indicators and vector density improved after the training of healthcommunicty based waste management.

Kata Kunci : Waste, policy, waste management, waste problem

  1. S3-2016-324207-abstract.pdf  
  2. S3-2016-324207-bibliography.pdf  
  3. S3-2016-324207-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2016-324207-title.pdf