Laporkan Masalah

Seleksi Rizobakteri Bawang Merah untuk Mengendalikan Penyakit Moler

DINA ISTIQOMAH, Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc.

2016 | Tesis | S2 Fitopatologi

Penyakit moler yang disebabkan oleh jamur Fusarium acutatum merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman bawang merah. Beberapa penelitian melaporkan bahwa rizobakteri antagonis dapat digunakan sebagai agens pengendali hayati patogen terbawa tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis isolat rizobakteri antagonis dan kemampuannya dalam menekan pertumbuhan jamur F. acutatum secara in vitro dan in vivo. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bakteriologi Penyakit Tumbuhan, Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Klinik dan Rumah Kaca Jurusan HPT, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan melakukan seleksi rizobakteri yang diisolasi dari rizosfir tanaman bawang merah dari 4 daerah, yaitu Kabupaten Bantul (DIY), Nganjuk (Jawa Timur), Cirebon (Jawa Barat) dan Brebes (Jawa Tengah). Karakterisasi berdasarkan sifat fisiologi dan biokomia, Rep-PCR (BOX-PCR dan ERIC-PCR) dan16S rRNA. Percobaan in vivo dilakukan menggunakan percobaan faktorial pada Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua macam perlakuan, yaitu 1) perendaman benih bawang merah dalam suspensi rizobakteri terpilih sebelum tanam dan 2) penyiraman tanaman bawang merah dengan suspensi rizobakteri antagonis setiap 2 minggu sekali. Variabel pengamatan terdiri dari masa inkubasi, kejadian penyakit, tinggi tanaman, berat basah dan kering tanaman dan jumlah Fusarium total dalam tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat rizobakteri berguna yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit moler pada tanaman bawang merah yang terdiri dari golongan Bulkholderiaceae dan Bacillus. Isolat BrSG.3 mempunyai kekerabatan terdekat dengan Burkholderia seminalis, isolat BrSG.5 dan Bp25.6 dengan Bacillus amyloliquofaciens, isolat BrSM.4 dengan Burkholderia cepacia, isolat Bp25.2 dengan Bacillus methylotrophicus dan isolat Bp25.7 berkerabat dekat dengan Bacillus subtilis. Isolat rizobakteri yang berpotensi untuk dapat dikembangakan sebagai agens pengendali hayati penyakit moler dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman yaitu isolat dari golongan Bacillus spp.

Twisted disease caused by Fusarium acutatum is one of the most important diseases on shallot. Various studies show that antagonistic rhizobacteria can be used as biological control of soilborne diseases. This study is aimed to find out the type of antagonistic rhizobacteria and their capability in F. acutatum growth suppression on in vitro and in vivo condition. The research was carried out in the Laboratory of Plant Bacteriology, Laboratory of Plant Disease Clinic and Glass house of Plant Protection Department, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. The study was conducted by selecting of rhizobacteria isolated from shallot’s rhizosphere which was taken from 4 regions; they were Bantul district (Yogyakarta), Nganjuk (East Java), Cirebon (West Java) and Brebes (Central Java) district. Characterization was taken based on physiology and biochemist, PCR based on 16S rRNA and Rep-PCR (BOX-PCR and ERIC-PCR). The in vivo test was carried out by factorial experiment with 2 trials using Completelly Randomized Design i.e. 1) soaking shallot seeds into rhizobacteria suspension for 1 hour before planting and 2) watering plants with rhizobacteria suspension in once 2 weeks. Observation variables consists of incubation period, disease incidence, plant high, fresh and dry weight of plant and total Fusarium population. The results showed that there were some beneficial rhizobacteria from shallot’s rhizosphere which could be used to control twisted disease on shallot, which consisted of Bulkholderia and Bacillus. The isolate BrSG.3 closely related to Burkholderia seminalis, isolate BrSG.5 and Bp25.6 closely related to Bacillus amyloliquofaciens, isolate BrSM.4 closely related to Burkholderia cepacia strain NTUIOB TPC6, isolate Bp25. 2 closely related to Bacillus methylothrophicus and isolate Bp25.7 closely related to Bacillus subtilis. The bacterial isolates which are potential for biological control and increased of plant growth were Bacillus spp. isolates.

Kata Kunci : bawang merah, penyakit moler, Fusarium acutatum, rizobakteri antagonis/ shallot, twisted disease, Fusarium acutatum, antagonistic rhizobacteria