Laporkan Masalah

RELASI DAN MAKNA KERJA PEDAGANG BARANG BEKAS DALAM PERSPEKTIF GENDER (Studi di Wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta)

ROSITA M, Prof. Dr. Partini

2016 | Tesis | S2 Sosiologi

ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dari pedagang barang bekas terhadap pekerjaannya, untuk mendeskripsikan pengalaman yang khas diantara pedagang laki-laki dan perempuan dalam memaknai pekerjaannya, sekaligus menganalisis relasi kerja diantara pedagang dalam menjalankan kegiatan usahanya. Penelitian dilakukan di wilayah Kabupaten Sleman, khususnya pada pedagang barang bekas di kecamatan Moyudan, Seyegan, dan Godean. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan semi-etnografi yang berbasis pada analisis individu, dengan melibatkan 10 informan pedagang laki-laki dan perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung (direct observation), wawancara mendalam (indepth interview), analisis dokumen, serta kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan relasi kerja yang terjalin antar pedagang barang bekas ikut berpengaruh terhadap makna kerja. Relasi kerja terbentuk berdasarkan pada tingkatan usahanya, yakni pedagang keliling, pemilik lapak kecil, dan pemilik lapak besar. Maka, semakin tinggi tingkatan usaha (pemilik lapak besar) memiliki relasi kerja yang kompleks, tetapi justru memiliki ikatan kerjasama yang renggang, karena hubungan kerjanya lebih bersifat transaksional. Pedagang tingkat menengah dan kecil (pemilik lapak kecil dan pedagang keliling) memiliki relasi kerja yang terbatas, tetapi ikatan kerjasamanya kuat dalam bentuk keterlekatan yang bersifat relasional, didasari rasa saling percaya, kekeluargaan, dan solidaritas. Makna kerja pedagang barang bekas dapat dilihat dari aspek sosial, ekonomi, dan kultural. Dari ketiga tingkatan usaha tersebut memiliki kesamaan makna kerja, yakni sebagai sumber penghasilan utama serta penghidupan baginya dan keluarga. Pemilik lapak besar memiliki makna kerja yang menonjol dari aspek sosial karena memperoleh status sosial dan pengakuan dari masyarakat terhadap pekerjaannya. Pedagang keliling dan pemilik lapak kecil memaknai pekerjaannya sebagai cara memperoleh rejeki yang halal dan bisa tetap menjaga relasi pertemanan serta kekeluargaan, maka terbentuklah ikatan patron-klien yang saling mendukung satu sama lain. Demikian juga halnya jika makna tersebut dilihat dari perspektif gender yang didasarkan pada peran dan fungsinya dalam keluarga dan masyarakat. Pedagang laki-laki sebagai pencari nafkah utama menjadikannya memiliki orientasi, target, dan ambisi lebih besar dalam bekerja. Pedagang laki-laki didukung dengan kekuatan modal dan kemampuan negosiasi menjadikannya lebih percaya diri dalam bekerja. Pedagang laki-laki melakukan peran ekonomi di keluarga dan peran sosial di masyarakat secara berdampingan. Berbeda dengan pedagang perempuan bekerja untuk memperoleh penghasilan tambahan maka kurang berambisi dan cenderung menerima apa adanya dari hasil yang diperoleh (nrimo). Meskipun demikian, perempuan memiliki ketekunan, kesabaran, ketelitian, kepatuhan yang lebih terhadap juragan dibandingkan dengan laki-laki. Pedagang perempuan bertanggungjawab dalam mengurus pengelolaan keuangan keluarganya, mulai dari kebutuhan makan sampai sekolah anak. Dalam perannya di masyarakat, pedagang perempuan cenderung mengutamakan relasi sosialnya, sehingga seringkali mengganggu kestabilan dan rutinitasnya dalam bekerja. Kata kunci: relasi, makna, kerja, pedagang, gender

ABSTRACT This study aims to understand the meaning of trashy goods merchants about their work, to describe a typical experience among men and women merchants in meaning of their work, and analyzing the working relationship between merchants in business activities. The study was conducted in Sleman regency, especially on trashy goods merchants in the sub-district of Moyudan, Seyegan, and Godean. This study used qualitative methods, with semi ethnographic approach based on individual analysis, involving 10 informants men and women merchants. Data collected through direct observation, indepth interviews, analysis of documents, and study of literature. Study results show work relations that exists between trashy goods merchants effect on the meaning of work. Work relations are formed based on the level of their business, the peddler, the small shanties owner, and the large shanties owner. Hence, the higher levels of business (large shanties owner) have a complex work relations, but have tenuous ties of cooperation, because their work more transactional relationship. Mid-level and small merchants (small shanties owner and peddler) have a limited work relations, but the strong cooperation ties in the form relational embededdness, based on mutual trust, kinship, and solidarity. The meaning work of trashy goods merchants can be seen from social, economic, and cultural aspects. From three levels of business have similarity meaning of work, which is a main source of income and livelihood for him and the family. Large shanties owner has meaning of work that stands out from the social aspect for gain social status and recognition from the public on its work. The peddler and small shanties owner interpret their work as a way of gain lawful fortune and keep the relations of friendship and kinship, a bond is formed patron-client mutually support each other. Likewise, if the meaning is viewed from a gender perspective based on the role and function in the family and society. Men merchants as the main breadwinners have orientations, targets, and greater ambition in the works. Men merchants supported by capital strength and negotiating skills more confidence in work. Men merchants did economic role in the family and social role in the community together side by side. In contrast to the women merchants work to earn additional income, the less ambitious and tend to accept their results (nrimo). However, women have perseverance, patience, precision, adherence to the bosses compared with men. Women merchants take responsibility in taking care of family financial management, ranging from the need to eat until the child’s school. In his role of society, women merchants tend to give priority social relations, so frequently disrupt of the stability and routine in work. Keywords: relations, meaning, work, merchants, gender

Kata Kunci : Relasi, Makna, Kerja, Pedagang, Gender

  1. S2-2016-337407-abstract.pdf  
  2. S2-2016-337407-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-337407-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-337407-title.pdf