Kajian Fisik Wilayah Pesisir Kulon Progo untuk Penentuan Zona Kawasan Mangrove dan Tambak Udang
RISKI TANJUNG, Dr. Nurul Khakhim, M.Si., Prof. Dr. Ir. Rustadi, M.Sc.
2016 | Tesis | S2 GeografiWilayah pesisir Kulon Progo memiliki potensi menjadi habitat mangrove dan pendirian tambak udang. Kondisi saat ini, tambak udang di Kulon Progo banyak dibangun di kawasan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kondisi fisik wilayah pesisir Kulon Progo, (2) menentukan zona yang sesuai untuk kawasan mangrove dan atau tambak udang di wilayah pesisir Kulon Progo, dan (3) menyusun rekomendasi pengelolaan kawasan mangrove dan atau tambak udang di wilayah pesisir Kulon Progo. Metode yang digunakan adalah survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Data kondisi fisik lahan diperoleh melalui observasi dan pengukuran di lapangan. Zonasi kawasan mangrove dan tambak udang dilakukan dengan reinterpretasi peta dan matching. Strategi pengelolaan kawasan mangrove dan tambak udang dilakukan dengan menganalisis faktor internal dan eksternal wilayah menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik wilayah pesisir Kulon Progo terdiri atas: substrat dasar berbatu, lempung bergeluh, lempung, lempung berpasir, berpasir. Pasang surut air laut berkisar 1-1,1m, salinitas air antara 0-29ppm. Kecerahan air antara 0cm-tidak terukur. Suhu air antara 27-34,1C. Kondisi fisik pesisir Kulon Progo ada yang sesuai (S2) untuk pertumbuhan mangrove dan tambak udang, serta ada yang tidak sesuai untuk keduanya. Zona yang sesuai (S2) untuk kawasan mangrove terdapat di muara Sungai Bogowonto seluas 1,58ha. Zona yang sesuai (S2) untuk kawasan tambak udang seluas 134,49ha. Strategi pengelolaan kawasan untuk zonasi mangrove antara lain: (1) pelestarian dan pengembangan kawasan mangrove dalam bentuk kawasan konservasi sekaligus sebagai objek wisata dan pendidikan, (2) mengembangkan dan meningkatkan komitmen masyarakat atas arti penting kawasan mangrove untuk menghambat alih fungsi kawasan mangrove, (3) mengembangkan zona mangrove dengan menanam jenis mangrove yang sesuai dengan kondisi fisik lahan, (4) melakukan tindakan persuasif dalam mewujudkan konsensus masyarakat untuk membentuk kawasan lindung mangrove. Strategi pengelolaan wilayah untuk zonasi tambak udang antara lain: (1) pemanfaatan zona budidaya untuk tambak udang untuk memanfaatkan peluang pasar, (2) pemanfaatan kawasan budidaya sebagai zona tambak dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan teknologi yang ramah lingkungan, (3) membuka peluang bagi investor yang memiliki kemauan dan kemampuan menerapkan sistem budidaya intensif atau semi intensif secara bertanggung jawab, dan (4) melaksanakan pembinaan, penertiban, relokasi, atau reorganisasi tambak agar senantiasa mematuhi aturan zonasi, menerapkan cara budidaya ikan yang baik.
Kulon Progo coastal area has the potential to be a mangrove zone as well as shrimp pond area. The build of Shrimp pond in Kulon Progo much done in the mangrove zone. This study aims to: (1) analyze the physical condition of Kulon Progo coastal area, (2) determine the suitable zone for the mangrove and or shrimp ponds, and (3) compouse the recommendations about management of mangrove and/or shrimp ponds zoning. The research used survey method and purposive sampling. Physical condition data were collected by observations and measurements in the field. Mangrove areas and shrimp ponds zoning was done with a reinterpretation of the map and matching. Strategies of area management for mangrove and shrimp ponds zoning was done by analyzing of the internal and external factors of region using SWOT analysis. The results showed that the physical condition of Kulon Progo coastal area are a rocky substrate, loam clay, loam, sandy loam, sandy. Tidal ranges from 1-1,1m, water salinity ranges from 0-29 ppm. Water transparency ranging from 0cm - not measurable. The water temperature ranges from 27 - 34.1C. The physical condition of Kulon Progo coastal areas there are suitable (S2) for mangroves and shrimp ponds, and there are not suitable for mangroves and shrimp ponds. Suitable zone (S2) for the mangrove around the the Bogowonto River estuarine was 1,58ha. Suitable zone (S2) for shrimp ponds region was 134,49ha The strategies of area management for mangrove zoning, i.e: (1) to preserve and develop mangrove areas for conservation zone, as well as a tourism destination and education, (2) to develop and to enhance of community commitment on the importance of mangrove zone to reduce mangrove area conversion, (3) to plant mangrove species in accordance with the physical condition for developing a mangrove zone, (4) to conduct persuasive action to realize the community consensus of mangrove protection. The strategies of area management for ponds zoning, i.e: (1) to utilize the cultivation zone as shrimp ponds to get the market opportunities, (2) to utilize the cultivation zone as shirmp ponds that apply the precautionary principles and environmental friendly technologies, (3) looking for the investors who have the willingness and abilities to implement an intensive or semi-intensive aquaculture and responsible manner, and (4) to guidance, to demolite, to relocate, or to re-organizate the shrimp ponds system in order to comply on regulation and apply a good way of fish farming.
Kata Kunci : kondisi fisik, zonasi, mangrove, tambak udang, wilayah pesisir Kulon Progo