TRANSFORMASI RELIGIUS INDIVIDU YANG MENGIKUTI KHURUJ FII SABILILLAH JAMAAH TABLIGH SELAMA EMPAT BULAN DI INDIA, PAKISTAN, DAN BANGLADESH
MOCH.ARMA SETYAWAN, Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman religius dan dinamika psikologis transformasi religius yang dialami individu yang melakukan amalan khuruj fii sabilillah Jamaah Tabligh selama empat bulan di India, Pakistan, dan Bangladesh. Penelitian ini melibatkan dua orang subjek dengan jenis kelamin laki-laki. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif fenomenologi dengan cara wawancara mendalam (in-depth interview), observasi dengan time sampling, dan wawancara significant other. Hasil penelitian, yang merupakan transformasi religius pada pelaku amalan khuruj empat bulan, tidak bisa dipisahkan dengan proses sebelumnya, seperti taklim dan nisab khuruj tiga harian. Dalam setiap taklim dan khuruj, seorang pelaku amalan khuruj Jamah Tabligh terus mengalami transformasi religius sehingga terjadi perbaikan dalam segi ibadah maupun perilaku. Adapun transformasi yang membuat berbeda antara pelaku amalan khuruj dan amalan lainnya seperti kerisauan yang tinggi terhadap kerusakan moral umat, perasaan tidak tega bila melihat orang lain belum sholat, dan keinginan untuk bisa mengajak orang lain bersama-sama taat kepada Allah.
This research aimed to explore religious experience and psychological dynamic of religious transformation which occured to individuals attending Jamaah Tabligh‟s khuruj fii sabilillah for four months in India, Pakistan, and Bangladesh. The main informants of this research were two males, age 23 and 35, with two significant others. Qualitative phenomenological approach was used for this research. The data was collected through indepth interview and time sampling obsevation. The research showed that the process of religious transformation which were occured to individuals attending Jamaah Tabligh‟s khuruj fii sabilillah for four months in India, Pakistan, and Bangladesh could not be separated from the process of taklim and three days nisab khuruj. Religious transformation continued so that their religious rituals and attitudes were improved. Those attending the Tablighi Jamaat rituals had more concern in people‟s morality and the life after death, to compare with others attending different rituals.
Kata Kunci : Dinamika Psikologis, Fenomenologi, Jamaah Tabligh, Khuruj, Transformasi Religius.