Laporkan Masalah

PENGARUH INTENSITAS KAPITAL TERHADAP NERACA TRANSAKSI BERJALAN NEGARA ASEAN+6: PENDEKATAN DENGAN MODEL PANEL DINAMIK

NI PUTU WIWIN SETYARI, Prof. Dr. Tri Widodo, M.Ec., Dev.; Muhammad Edhie Purnawan, M.A., Ph.D.

2016 | Disertasi | S3 Ilmu Ekonomi

Teori Jin (2012) mengembangkan kerangka keseimbangan umum yang mengintegrasikan paradigm proporsi atau intensitas faktor dalam produk yang diperdagangkan dengan aliran modal yang memungkinkan mereka untuk saling berinteraksi. Salah satu proposisi yang dihasilkan menunjukkan jika sebuah negara memiliki intensitas kapital tinggi dengan struktur industri yang cenderung bersifat padat modal, modal asing akan mengalir masuk ke negara tersebut. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini: Pertama, apakah semakin tinggi intensitas kapital sebuah negara mendorong membesarnya defisit neraca transaksi berjalan? Kedua, apakah pengaruh jumlah angkatan kerja yang terjadi di suatu negara bersifat simetris ataukah asimetris terhadap neraca transaksi berjalan? Ketiga, adakah perubahan dalam keunggulan komparatif sebuah negara, dalam hal ini studi kasus di Indonesia? Hasil estimasi menunjukkan dukungan empiris bagi proposisi yang diprediksi oleh teori. Koefisien intensitas kapital bernilai negatif dan signifikan berpengaruh terhadap neraca transaksi berjalan. Pengaruh intensitas kapital relatif kecil dibandingkan dengan nilai koefisien variabel penjelas lainnya, terutama variabel pertumbuhan ekonomi, namun hasil ini mengindikasikan jika modal mengalir ke negara-negara dengan struktur industri yang bersifat padat modal. Pengujian terhadap pengaruh dinamis angkatan kerja terhadap neraca transaksi berjalan menunjukkan jika neraca transaksi berjalan suatu negara hanya dipengaruhi oleh kejutan angkatan kerja yang berasal dari negara tersebut secara spesifik, dan tidak dipengaruhi oleh kejutan angkatan kerja yang terjadi di negara lain atau dengan kata lain, kejutan tenaga kerja ini bersifat asimetris. Hasil pengujian yang ketiga melihat adakah perubahan dalam keunggulan komparatif karena adanya interaksi aliran modal internasional dengan struktur industri Indonesia. Pengujian terhadap stabilitas spesialisasi menunjukkan jika industri Indonesia mengalami despesialisasi yang mampu merubah struktur industri.

The development of an interesting study in examining the interaction between trade and capital flows by allowing the movement of goods and capital was conducted by Jin (2012) who developed a general equilibrium framework that integrates paradigm of proportion or intensity factor in products traded with the flow of capital that allows them to interact with each other. One of the propositions suggests if a country has high capital intensity and industries structure tends to be capital intensive, foreign capital will flows into the country. Capital inflows into a country will push the current account deficit. The estimation result shows empirical support for theory prediction. Coefficients of capital intensity (RCI) are negative and have significant effect on the current account. Even though the effect are relatively small compared to the coefficient value of other explanatory variables, especially the variables of economic growth, but these result indicates if capital flows to countries that have capital intensive industry. Testing of dynamic labor force multiplier effect on the current account indicate if the current account of a country is only affected by the specific country labor force. In other words, the shock is asymmetric. Test on the industry specialization stability indicates if Indonesia experienced de-specialization which able to change the industry structure Indonesia significantly not only in labor-intensive industries but also capital-intensive industries. Measurement of productivity of each industry indicates if the product in labor-intensive industry group productivity was significantly higher compared with products in capital-intensive industries. However, the development of several indicators, namely output, value added and employment indicates if the growth of all these indicators did not differ significantly between the two groups of industries.

Kata Kunci : neraca transaksi berjalan, intensitas kapital, investasi-tabungan

  1. S3-2016-307292-abstract.pdf  
  2. S3-2016-307292-bibliography.pdf  
  3. S3-2016-307292-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2016-307292-title.pdf