HISTOLOGI DAN MORFOMETRI INTESTINUM KRASUM SUGAR GLIDER (Petaurus breviceps) DENGAN PEWARNAAN HEMATOKSILIN-EOSIN
SABRINA WAHYU WARDHANI, drh. Ariana, M.Phil.
2016 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANSugar glider merupakan hewan dari kelas mamalia yang endemik dari berbagai pulau di Indonesia, Australia, dan Papua New Guinea. Sugar glider terdaftar sebagai hewan dengan status least concern dalam IUCN (International Union of Conservation of Nature and Natural Resources). Saat ini, sugar glider banyak diminati masyarakat sebagai hewan peliharaan atau pet animal. Informasi mengenai histologi traktus digestivus sugar glider belum banyak tersedia, karena itu dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengumpulkan informasi anatomi sugar glider. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui histologi dan morfometri dinding intestinum krasum sugar glider. Penelitian ini menggunakan sekum, kolon, dan rektum dari empat ekorsugar glider. Sekum dipotong secara melintanguntuk mendapatkan bagian awal(apex), tengah,dan akhir. Kolon dan rektum dipotong menjadi bagian awal serta akhir. Jaringan diproses dengan metode parafin dan dipotong dengan ketebalan 8 µm. Preparat diwarnai menggunakan pewarnaan hematoksilin-eosin kemudian difoto menggunakan Optilab Image Viewerdandiukurketebalan lapisan dindingnya menggunakan Optilab Image Raster. Tunika mukosa intestinum krasum dilapisi oleh epitelium kolumner simpleks dengan sel Goblet yang pada bagian belakang terlihat semakin banyak.Lamina muskularis mukosa tipis. Tunika submukosa tersusun atas jaringan ikat padat, jaringan ikat longgar dan vasa darah. Tunika muskularis tersusun atas dua lapisan, yaitu lamina muskularis sirkularis internus dan lamina muskularis longitudinalis eksternus. Tunika serosa tipis. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rektum memiliki dinding yang paling tebal, yaitu 594,495±73,362 µm. Sekum memiliki dinding yang paling tipis, yaitu 393,173±56,536 µm.Penyusun dinding intestinum krasum sugar glider yang paling tebal adalah tunika submukosa, mengisi 38,82% dinding. Penyusun yang paling tipis adalah tunika serosa, mengisi 1,37% dinding.
Sugar glider (Petaurus breviceps) is one of the marsupial species that is endemic to the inslands of Indonesia, Asutralia, and Papua New Guinea. According to the International Union of Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), sugar glider is categorized as least concern. Sugar glider is popular among the society as pet animal. There are lack information of the tractus digestivus of sugar glider. This study is aimed to get the information of the histology and morphometry of tractus digestivus of sugar glider. This study used the sample ofanterior secum, middle secum, posterior secum, anterior colon, posterior colon, anaterior rectum, and posterior rectum of four sugar gliders. The tissues were proceed using parafin method and cut using the microtome with the thickness of 8 µm. The slides, then stained by hematoxylin-eosin method and observed under light microscope. Pictures of each part were taken using Optilab Image Viewer and measured using Optilab image raster. The result shows that tunica mucosae of intestinum crasum of sugar glider is lined by Columner simplex epithelium containing Goblet’s cell. Lamina muscularis mucosae contain a thin layer of musculus. Tunica submucosa consist of connective tissue and blood vessels. Tunica muscularis consist of thick layers of musculus, divided into two parts, lamina muscularis surcularis internus and lamina muscularis longitudinalis externus. Tunica serosa observed as a thin layer. The morphometry shows that rectum has the thickest wall with the thickness of 594,495±73,362 µm and secum has the thinest wall with the thicknesss of 393,173±56,536 µm. The wall of intestinum crasum composed by 38,82% tunica submucosa, 37,08%, 22,73% tunica muscularis and tunica mukosa, 1,37% tunica serosa.
Kata Kunci : histologi, morfometri, sugar glider, sekum, kolon, rektum, HE