Laporkan Masalah

POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN PULAU MOROTAI SEBAGAI DESTINASI WISATA BERBASIS EKOWISATA BAHARI (MARINE ECOTOURISM)

KHUSNUL BAYU AJI, Dr. Tular Sudarmadi, M.A. ; Yulita Kusuma Sari, S.T., M.SC.

2016 | Skripsi | S1 PARIWISATA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan wilayah Kabupaten Pulau Morotai sebagai destinasi wisata berbasis ekowisata bahari melalui pendekatan zonasi dan kesesuaian pengelolaan pariwisata dengan prinsip-prinsip ekowisata. Zonasi digunakan untuk mengklasifikasikan wilayah perairan Kabupaten Pulau Morotai ke dalam tiga zona yaitu zona inti, zona pemanfaatan dan zona penyangga berdasarkan karakteristik wilayah dan kondisi eksistingnya dalam konteks pengembangan ekowisata bahari. Setelah menentukan zonasi, bahasan akan difokuskan pada ketersedian komponen wisata dari masing-masing zona tersebut, yang meliputi: i) atraksi, ii) aksesibilitas, dan iii) amenitas. Selanjutnya, pendekatan kesesuaian pengelolaan pariwisata dengan prinsip-prinsip ekowisata yang terdiri dari beberapa aspek yang meliputi: i) aspek keberlanjutan ekonomi, ii) aspek keberlanjutan lingkungan, iii) aspek keberlanjutan tradisi dan budaya lokal, iv) keterlibatan stakeholders dalam pengelolaan pariwisata, v) aspek edukasi, dan vi) segmen pasar pariwisata digunakan sebagai kritik terhadap model pengelolaan pariwisata khususnya ekowisata bahari di Kabupaten Pulau Morotai. Penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam kepada pihak-pihak yang dipilih sebagai informan dengan menggunakan metode sampel bertujuan untuk memperoleh data primer. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka yang disesuaikan dengan ruang lingkup permasalahan dan tujuan penelitian. Kata Kunci: Potensi Pengembangan, Ekowisata Bahari, Kabupaten Pulau Morotai.

This study aims at analysing the potential for the development of the Morotai Island Regency as a tourist destination through an approach based on marine ecotourism zoning and tourism management conformity with the principles of ecotourism. Zoning used to classify the territorial waters of Morotai Island Regency into three zones: the core zone, the utilization zone and the buffer zone based on its characteristics and condition in the context of the development of marine ecotourism. After determining the zoning, the discussion will focus on the availability of travel component of each of these zones, which include: i) attraction, ii) accessibility, and iii) amenity. Furthermore, the approach conformity tourism management with the principles of ecotourism which consists of several aspects, including: i) aspects of economic sustainability, ii) aspects of environmental sustainability, iii) the sustainability aspects of tradition and local culture, iv) the involvement of stakeholders in tourism management, v) aspects of education, and vi) segment of the tourism market. Those several aspects used as a criticism of the management model of tourism particularly marine ecotourism in Morotai Island Regency. This research is having the quality of descriptive-qualitative research. The collective technique used is through observation and in-depth interviews to the parties selected as informants by using sampling method aims to obtain primary data. While secondary data obtained through library and be adapted to the scope of the problem and research objectives. Keywords: Potential for the Development, Marine Ecotourism, Morotai Island Regency.

Kata Kunci : Potensi Pengembangan, Ekowisata Bahari, Kabupaten Pulau Morotai.