TOPOGRAFI, STRUKTUR MAKROSKOPIK DAN MIKROSKOPIS KELENJAR SALIVA MAYOR PADA LANDAK JAWA (Hystrix javanica)
ELVINKAN RUTH, drh. Teguh Budipitodjo, M.P., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANLandak jawa (Hystrix javanica) merupakan salah satu satwa endemik Indonesia yang berada di Pulau Jawa dan memiliki daerah persebaran di Lombok, Flores, Bali dan Sulawesi. Disamping itu, Indonesia memiliki 2 spesies landak endemic lainnya, yaitu Hystrix sumatrae (Sumatran porcupine) dan Thecurus crassispinis. Landak merupakan rodentia yang memiliki rambut tajam di bagian punggung belakang sampai ekor, yang berfungsi untuk melindungi dirinya dari serangan predator. Akhir-akhir ini, landak kerap dikonsumsi masyarakat karena diyakini sebagai obat, sehingga perlu adanya upaya penangkaran untuk menjaga populasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan topografi, struktur makroskopis dan histology kelenjar saliva mayor yang meliputi kelenjar parotid, submandibula, dan sublingua. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai rujukan upaya penangkaran Landak Jawa. Penelitian ini menggunakan dua ekor landak jawa (Hystrix javanica) betina dengan berat 4 kg yang di euthanasia dengan ketamin-xilazin dan kemudian dipreparir untuk diambil kelenjar saliva mayornya, yaitu kelenjar parotid, submandibula, dans ublingua. Kelenjar saliva tersebut diidentifikasi secara makroskopis untuk mengetahui topografinya di tengah dan sisi lateral leher dan kemudian diambil sampel dari bagian yang kaya akan jaringan untuk kemudian dibuat preparat histologi menggunakan metode paraffin dan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE) serta lektin histokimia terhadap Wheat Agglutinin Germ (WGA). Hasil pewarnaan HE memperlihatkan sel serosa sebagai asini dari kelenjar submandibula, dan sel mucus sebagai asini kelenjar sublingua. Kelenjar parotid terlihat unik karena pada bagian anterior asininya di dominasi oleh sel serosa, sedangkan bagian posterior terdiri dari asini serosa dan mukosa pada lobulasi yang terpisah. Ketiga kelenjar saliva mayor tersebut memiliki sistem duktus yang lengkap yang terdiri dari duktus interkalatus, duktus striatus dan duktus ekskretorius. Hasil pewarnaan lektin menunjukkan bahwa kelenjar saliva mengandung residu gula Nasetil glukosamin karena positif terhadap Wheat Germ Agglutinin (WGA).
Sunda Porcupine (Hystrix javanica) is one of the Indonesian endemic species and distributed in Java, Lombok, Flores, Bali and Sulawesi Islands. Indonesia has three endemic species of porcupines, there are Hystrix javanica, Hystrix sumatrae (Sumatran porcupine) and Thecurus crassipinis. Porcupine is a rodent that has a bristles on its back until the tail to protect from the predators. Recently, many people believe that porcupine meat can be a remedy for some sickness, so the effort to keep the captive population is needed. The aim of this research was documentate the macroscopic and histologic structures of the major salivary glands of Sunda porcupine. This research used two female Sunda Porcupine (Hystrix javanica) with 4 kg in weight which were euthanized with ketamine � xylazine, and then be prepared to take the major salivary glands. The glands were identified in macroscopically, then the were processed by paraffin method with Hematoxylin-Eosin staining and lectin staining with Wheat Germ Agglutinin (WGA). Maccroscopis evaluation show that major salivary glands of Sunda porcupine consist of submandibular, sublingual and parotid glands. The result of HE staining shows that the submandibula glands composed by serous acini and sublingual glands consist of mucous acini. Parotid glands were unique, because serous acini were abundant in the anterior part, and in the posterior part were composed by serous and mucous acini in separated lobules. All of the major salivary glands have a complete duct system, consists of intercalate duct, striated duct, and excretory duct. The result of lectin staining shows that the salivary glands contained N-acetylglucosamine sugar residues based on the positive reaction with Wheat Germ Agglutinin (WGA).
Kata Kunci : landak jawa, kelenjar saliva, makroskopis, mikroskopis, WGA