Laporkan Masalah

Rekaman EEG Sebagai Prediktor Kekambuhan Epilepsi Pada Anak

MEDI SYAPUTRA, dr. Damodoro Nuradyo, Sp.S(K).; dr. Imam Rusdi, Sp.S(K)

2016 | Tesis-Spesialis | SP ILMU PENYAKIT SYARAF

Latar Belakang: Epilepsi merupakan salah satu penyakit neurologi utama pada pasien anak. Terapi yang diberikan bertujuan untuk membantu pasien agar terbebas dari kejang tanpa adanya efek samping yang berat. Elektroensefalografi (EEG) digunakan untuk mendiagnosis, mengklasifikasikan epilepsi dan juga untuk menilai kekambuhan epilepsi. Tujuan: Untuk menilai hubungan antara perekaman EEG evaluasi setiap 6 bulan dan kekambuhan epilepsi pada anak. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kohort yang menilai rekaman EEG untuk memprediksi kekambuhan epilepsi pada anak. Subyek penelitian semua pasien epilepsi anak yang telah memenuhi kriteria terpakai dan tidak terpakai di poliklinik Elektromedik bagian EEG RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta. Kemudian subyek penelitian anak akan menjalani pemeriksaan EEG evaluasi di poliklinik Elektromedik RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta. Analisis statistik menggunakan Relative Risk (RR) dengan Confidence Interval (CI) 95% dan untuk mengetahui tingkat kemaknaan menggunakan uji Chi Square. Untuk menghitung faktor pengganggu secara simultan dan menyeluruh digunakan analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil: Sebanyak 38 subyek penelitian dengan rata-rata usia 6,74 tahun, terdiri dari laki-laki 63,2%, perempuan 36,8%. Dari analisis univariat didapatkan Relative Risk sebagai berikut: jenis kelamin RR 1,17 (95% CI, 0,35-3,95), onset kejang RR 0,92 (95% CI, 0,23-3,67), interval pemberian terapi setelah kejang pertama RR 1,17 (95% CI, 0,25-3,95), kondisi saat prenatal, perinatal dan postnatal masing-masing RR 0,83 (95% CI, 0,13-5,27), RR 0,94 (95% CI, 0,165,71). RR ,50 (95% CI, 0,23-9,90), RR 0,75 (95% CI, 0,62-0,91), RR 0,94 (95% CI, 0,16-5,71), RR 1,33 (95% CI, 1,10-1,61), riwayat kejang demam RR 1,08 (95% CI, 0,33-3,62), riwayat keluarga dengan epilepsi RR 0,77 (95% CI, 0,23-2,61), jumlah terapi dan kepatuhan minum obat RR 1,81 (95% CI, 0,27-12,2), RR 0,66 (95% CI, 0,18-2,43), tipe kejang sebelum terapi RR 0,83 (95% CI, 0,13-5,27), etiologi RR 1,23 (95% CI, 0,39-3,85), hasil EEG evaluasi RR 0,74 (95% CI, 0,61-0,90). Semua hasil tidak menunjukkan nilai p value <0,05 yang artinya tidak signifikan sehingga tidak dilakukan analisis multivariat. Kesimpulan: Rekaman EEG evaluasi setiap 6 bulan tidak berperan dalam menilai kekambuhan epilepsi pada pasien anak tetapi lebih berperan dalam menilai keberhasilan terapi dari epilepsi.

Background: Epilepsy is one of major neurology disease in children. The goal of the therapy is to gain seizure free in children with minimal side effects. Electroencephalography is used to diagnose epilepsy, to classify epilepsy and to predict the relapse of epilepsy itself. Aim: To identify the association of EEG evaluation every 6 months and the relapse of epilepsy. Methods: This research used cohort study to identify the association of EEG recording and the relapse of epilepsy. The subjects were all pediatric epilepsy patients who met the inclusion and exclusion criteria at Electroencephalography clinic part of Electro medic clinic of Dr Sardjito hospital Yogyakarta. All subjects were doing EEG evaluation record. Statistical analysis used Relative Risk (RR) with Confidence Interval (CI) 95% and to know the significance this research used Chi Square analysis. To evaluate confounding factors simultaneously used logistic regression of multivariate analysis. Results: 38 subjects with mean age of 6,74 year old, consists of 63% boys and 36,8% girls. From univariate analysis the results of Relative Risk were: sex RR 1,17 (95% CI, 0,35-3,95), onset of seizure RR 0,92(95% CI, 0,23-3,67), interval of therapy after first seizure RR 1,17 (95% CI, 0,25-3,95), condition of prenatal, perinatal and postnatal were RR 0,83 (95% CI, 0,13-5,27), RR 0,94 (95% CI, 0,16-5,71). RR 1,50 (95% CI, 0,23-9,90), RR 0,75 (95% CI, 0,62-0,91), RR 0,94 (95% CI, 0,16-5,71), RR 1,33 (95% CI, 1,10-1,61), history of febrile seizure RR 1,08 (95% CI, 0,33-3,62), family history with epilepsy RR 0,77 (95% CI, 0,23-2,61), sums of therapy and the obedience RR 1,81 (95% CI, 0,27-12,2), RR 0,66 (95% CI, 0,18-2,43), type of seizure before therapy RR 0,83 (95% CI, 0,13-5,27), etiology RR 1,23 (95% CI, 0,39-3,85), the result of EEG evaluation RR 0,74 (95% CI, 0,61-0,90). All results were not significance so multivariate analysis were not done. Conclusion: EEG evaluation every 6 months has no value in predicting the relapse of epilepsy in pediatric patients but it can evaluate the success of epilepsy therapy itself.

Kata Kunci : Pediatric epilepsy , Electroencephalography (EEG), relapse


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.