Laporkan Masalah

Analisis pembelian obligasi sebagai salah satu alternatif guna meningkatkan pendapatan di luar usaha pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I

NASUTION, Riza, Dr. Supriyadi, MSc

2002 | Tesis | Magister Manajemen

Manajemen PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah menetapkan perlakukan target usaha yang sama baik bagi Kantor Pusat maupun cabang pelabuhan yakni bahwa Kantor Pusat sebagai pusat administrasi maupun Cabang Pelabuhan sebagai pusat operasional sama-sama dituntut untuk berlaba. Bagi Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I, upaya untuk menghasilkan laba dilakukan dengan cara sederhana yakni mendepositokan sejumlah dana yang idel (excess cash) yang dimiliki perusahaan dengan harapan memperoleh return berupa bunga deposito yang jumlahnya relatif sangat kecil berkisar 13% per tahun. Sementara itu, jumlah dana yang ditempatkan relatif sangat besar yakni mencapai Rp. 300 milyar. Berdasarkan laporan arus kas perusahaan tahun 2001, terdapat kelebihan kas dari aktivitas operasi perusahaan. Hal ini berarti kebutuhan dana untuk kegiatan operasional perusahaan telah tertutupi dari pendapatan operasional itu sendiri. Sementara itu dari neraca perbandingan perusahaan terlihat pula bahwa jumlah deposito perusahaah tahun 2001 mengalami kenaikan dari tahun 2000 yakni dari Rp. 322 milyar menjadi 325 milyar. Hal ini mengindikasikan bahwa jumlah deposito perusahaan sebesar Rp. 300 milyar merupakan dana idel perusahaan yang dapat ditempatkan selain pada deposito. Alternatif penempatan dana yang ditawarkan penulis dalam tesis ini adalah penempatan dana dalam bentuk obligasi. Hal ini berdasarkan asumsi bahwa penempatan dana dalam bentuk obligasi memberikan beberapa keuntungan yang relatif lebih baik dari deposito asalkan dimanajemeni secara baik. Keuntungan tersebut antara lain tingkat bunga yang lebih tinggi dari deposito, capital gain, dan diskon pembelian. Di samping itu obligasi juga memiliki tingkat risiko yang hampir sama dengan deposito sesuai dengan peringkatnya dan dapat diperjualbelikan setiap saat. Berdasarkan simulasi yang dilakukan, terbukti bahwa dari sisi tingkat bunga penempatan dana pada obligasi memberikan keuntungan yang lebih tinggi dari deposito. Oleh sebab itu penempatan dana dalam bentuk obligasi ini perlu menjadi pertimbangan bagi pihak manajemen PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I di masa mendatang

The management of Indonesian Port 1 had established the same target for both Head Office and the Branch Office that the Head Office as the center of administration and the Branch Office as the center of operation to earn profit. For head office of Indonesian Port 1 the effort to earn profit is done by the simple ways such as deposit the company idle cash in the bank and get the return like interest deposit. This is so small about 13% per annum. On the other on hand, the amount of idle cash is so big, up to Rp. 300 billion. Based on the cash flow statement for the year ended 2001, there is the excess cash from the operation activities. It means that the company could finance the cash outflow from operation activities by using the cash inflow from operating activities. Meanwhile we saw the rising of deposit account from Rp.322 billion in 2000 to Rp. 325 billion in 2001. It indicates that the Rp. 300 billion of deposit account is the company’s idle cash that could be placed in portfolio investment beside deposit account. So in this case the investment alternative that the writer offered is the investment in obligation instrument. It is based from the assumption that the investment in obligation instrument gives more benefits than in deposit instrument as long as in well managed. Some of the benefit are higher interest rate, capital gain and purchase discount. Beside that, obligation risk is almost equal to deposit, depends on the obligation ranks and could sold anytime. Based on the simulation, we get the proof that obligation instrument is profitable than deposit instrument. Because of that the investment in obligation instrument should be consider by the Top Management of Indonesian Port I.

Kata Kunci : Manajemen Modal,Obligasi, Purchasing Obligation Analysis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.