Laporkan Masalah

KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT KECAMATAN GODEAN KABUPATEN SLEMAN TERHADAP KASUS RABIES

KUSNUL YULI MAULANA, Dr. drh. Widagdo Sri Nugroho, M.P.

2016 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Rabies adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh genus Lyssavirus. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)sejak tahun 1997 telah bebas rabies, sehingga kondisi ini perlu dipertahankan. Kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan mereka sangat penting untuk mencegah munculnya penyakit rabies. Pengetahuan terhadap penyakit rabies akan berpengaruh dalam tatacara pemeliharaan hewan peliharaan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kesiapsiagaan masyarakat Kecamatan Godean terhadap kasus rabies. Masyarakat yang menjadi unit kajian dalam penelitian ini adalah pemilik Hewan Penular Rabies (HPR) di Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman sebanyak 112 responden. Pengambilan data dilakukan dengan cara sensus dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan tata cara pemeliharaan HPR, pengetahuan masyarakat tentang penyakit rabies, dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap kasus rabies. Analisis chi-square digunakan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan tentang penyakit rabies dan kesiapsiagaan terhadap kasus rabies. Kekuatan hubungan antara pengetahuan tentang penyakit rabies dengan kesiapsiagaan terhadap kasus rabies menggunakan odd ratio (OR). Jumlah HPR yang ada di Kecamatan Godean adalah 301 ekor, terdiri dari 231 ekor anjing, 67 ekor kucing, dan 3 ekor monyet.Masyarakat pemilik HPR di Kecamatan Godean 39,3 % memiliki pengetahuan yang baik mengenai penyakit rabies, meski demikian baru 31,3 % yang melakukan vaksin rabies. Status DIY yang bebas rabies diketahui oleh 23,2% pemilik HPR dan hanya 30,4 % dari mereka mengetahui tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi kasus rabies. Pengetahuan masyarakat di Kecamatan Godean tergolong rendah dan pengetahuan tersebut belum sepenuhnya diimplementasikan dalam tatacara pemeliharaan. Masyarakat yang memiliki kesiapsiagaan baik terhadap kasus rabies 14,764 kali lebih memiliki pengetahuan yang baik tentang penyakit rabies daripada responden yang memiliki kesiapsiagaan yang buruk.

Rabies is a zoonotic disease caused by the Lyssavirus. Since 1997 Yogyakarta has been declared as rabies free region, therefore this condition should be maintained well. Community have to concern and awareness to keep their pets healthy. That is very important to prevent rabies desease. The Owner knowledge about rabies will affect how they carry out the pets. The study was conducted to evaluate community preparedness for rabies in Godean Subdistrict. The study unit in this research was the owner of high risk animal for rabies (HRAR) in Godean, Sleman with 112 total respondents. Data and information for this study were collected by census with direct interviews using questionnaires. The carry out, knowledge about rabies and preparedness against rabies was analyzed by descriptive analysis to describe information from questionnaires.Chi-square method was used to determine the relationship between knowledge information about rabies and preparedness against rabies and Odds Ratio (OR) was used to measure the relationship strength.The result of this study showed the number of HRAR in Godean was 301 heads consist of 231 dogs, 67 cats, and 3 monkeys. Among HRAR owner in Godean 39.3 % of them have good knowledge about rabies. However, only 31.3 % who vaccinated their animal. Rabies-free status in Yogyakarta has been recognized by 23.2 % of owner and only 30.4 % among them understand the procedure to manage the victims if rabies cases occur. The society knowledge of rabiesin Godean relatively low and has not been fully implemented in animals care procedures. People who had a good preparedness against rabies were 10.833 times had good knowledge about rabies than theothers.

Kata Kunci : Rabies, Hewan Penular Rabies (HPR), sensus, deskriptif, Rabies, High Risk Animal for Rabies (HRAR), census, Godean